Minggu, 22 Agustus 2021

Orang Papua Lebih Baik Membangun Dari Pada Pikir Papua Merdeka Yang Tidak Mungkin


Saya menjawab pernyataan dari adik  Theo Hesegem.

TIDAK ADA YANG SULIT DI NEGERI TERCINTA INDONESIA INI (kalau tidak melanggar/melawan hukum dan aturan).

===============================

Realisasi dari undang-undang dasar 1945 dan undang-undang no. 09 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat, sudah sangat jelas memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum sesuai dengan bunyi pasal 28 undang-undang 1945 "kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan ".

Sebagaimana warga negara Indonesia yang baik sebaiknya memahami dan baca kembali pasal-pasal yang menentukan cara menyampaikan pendapat dimuka umum.

Silahkan baca dan buka lagi, warga negara diberikan kebebasannya untuk berpendapat dalam konteks membangun bukan melanggar hukum dan aturan, jangan mengambil pasal yang satu saja demi kepentingan tertentu, semua pasal saling berkaitan erat.

Siapa mereka yang menyampaikan pendapatnya?

Yang pertama adalah dia warga negara Indonesia, bukan yang berteriak Papua merdeka! Kalau mereka yang berteriak Papua merdeka itu sudah sangat jelas melawan hukum dan aturan negara kesatuan republik Indonesia.

Yang kedua, apa yang mereka sampaikan? Pembebasan dari seorang pelaku kejahatan kriminal, aktor dari segala kerusuhan tahun 2019 Victor Yeimo. 

Berpikirlah seperti manusia, apakah benar "Orang Jahat Minta Dibebaskan" ini benar atau salah?

Sebagai manusia pasti kita akan menjawab salah.

Jangan membangun stigma orang Papua tidak bebas menyampaikan pendapat dimuka umum. Kalau ada yang berpendapat seperti itu berarti dia buta dan tuli selama ini, banyak kelompok-kelompok yang bebas menyampaikan pendapatnya, di jalan, di pers, di media, dan di ruang publik lainnya, tidak ada yang bermasalah bahkan mereka dilindungi, karena penyampaian pendapat yang mereka sampaikan tidak melanggar hukum dan aturan dan demi kemanusiaan lainnya bukan demi kemanusiaan pribadi.

Anda dan saya pun bebas menulis pendapat, kemudian disebarkan melalui catatan digital seperti di WhatsApp, Facebook. Apakah setelah anda menyebarkan ke media kemudian anda ditangkap? dihukum? Tidak to..

Sampai hari ini siapa saja yang sudah menyampaikan pendapatnya masih menghirup udara segar. Itulah Indonesia negara yang kaya dengan perikemanusiaan dan menghargai setiap pendapat orang lain.

Adik Theo yang terkasih, jangan bodok, sadarlah, orang Papua itu bagian dari Indonesia, jangan lagi membangun opini-opini miring yang tidak jelas akar persoalannya. Yang keliru dan menghambat UU 1945 dan UU no 09 tahun 1998 adalah mereka yang menyampaikan pendapatnya diluar konteks NKRI, ini perlu adik pahami, sekali lagi baca pasal-pasal yang terkait dengan kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum, semua ada keterkaitan untuk mengatur tatacara dalam menyampaikan pendapat.

Jadilah Warga Negara Yang Taat Hukum dan Aturan

23 Agustus 2021

George Samuel

Bersambung..

0 komentar:

Posting Komentar