Jumat, 13 Agustus 2021

Pemerintah Pastikan Dorong Pendekatan Kemasyarakatan dalam Penanganan Kekerasan di Papua, Bukan Intimidasi


KKB di Papua menjadi ancaman nyata yang mengganggu aktivitas masyarakat lewat serangkaian aksi penyerangan menggunakan senjata api.

Seringnya kekerasan yang terjadi yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata atau yang biasa disebut KKB mengharuskan pemerintah mendatangkan beberapa aparat keamanan untuk meminimalisir aksi kekerasan yang dilakukan KKB.

Sebelumnya dalam keterangan persnya Menkopolhukam Mahfud MD pernah menegaskan jika keterlibatan TNI Polri di Papua murni sebagai penanganan aksi teror dan kekerasan yang kerap dilakukan KKB terhadap warga masyarakat baik warga asli maupun pendatang.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah penambahan personil aparat keamanan untuk melakukan penegakan hukum terhadap KKB, karena kelompok ini sudah nyata melakukan ancaman dan kekerasan barupa pembakaran gedung/rumah, fasilitas kesehatan, sekolahan, dan berbagai teror penembakan.

Sehingga penanganan kekerasan di Papua tidak terbatas pada pengerahan aparat keamanan saja, tetapi Pemerintah tetap melanggengkan upaya diskusi dengan para tokoh di Papua, sehingga ada solusi lain diluar upaya pendekatan keamanan. Begitu juga dengan peningkatan perekonomian masyarakat seperti yang dilakukan oleh pihak kepolisian melalui binmas noken di bidang pertanian dan peternakan yang semakin baik. 

"Tidak seperti yang dibayangkan bisa dibilang pemerintah telah mendorong 90 persen jalan keluar persoalan masyarakat di papua lewat diskusi dengan para tokoh di Papua. Jadi tidak sepenuhnya penyelesaian itu dilakukan dengan pendekatan keamanan. Sebagian sudah dipahami oleh masyarakat Papua.,"

Teror KKB, seperti di Intan Jaya, Nduga, Puncak selalu dilakukan untuk menciptakan ketakutan di masyarakat.

"Di Intan Jaya pada pertengahan tahun ini mengalami masa sulit karena ancaman-ancaman dari KKB, pemerintah daerah dipaksa untuk mulai dari nol untuk membangun daerahnya lagi."

Bupati Welem Wandik seperti pernah disampaikan kepada pers, juga membenarkan situasi yang tidak kondusif telah mengakibatkan rasa takut. Sejumlah pusat kesehatan masyarakat dan fasilitas pendidikan terbengkalai begitu saja tanpa adanya aktivitas, hal inilah yang mendorong pemerintah untuk membangun kembali pemerintahan baik dari sisi ekonomi masyarakat maupun keamanannya.

"Seperti yang kita ketahui bebeapa waktu lalu Karena situasi yang rawan, tenaga kesehatan dan para guru-guru pun takut untuk berada di wilayah-wilayah yang menjadi basis KKB, bahkan masyarakat kampung sendiri saja tercatat ada yang mengungsi,"

Ancaman dan aksi teror sama-sama ini akan terus  dilakukan oleh KKB di wilayah Intan Jaya harus segera disikapi oleh aparat keamanan guna mengembalikan situasi kamtibmas yang kondusif.

Penempatan aparat keamanan di beberapa wilayah rawan sangat erat kaitannya dengan ekonomi politik, hal ini menunjukan nilai positip bagi pemerintah itu sendiri yang telah mengambil langkah-langkah yang bijak demi menjaga keutuhan NKRI.

Sayangnya sering kita temukan opini-opini propaganda yang selalu disebarkan lewat media, sehingga masih ada masyarakat asli Papua yang mau diiming-iimingi untuk melakukan aksi-aksi yang mengganggu pemerintahan, seperti kali ini yang diprovokasi .

0 komentar:

Posting Komentar