Sabtu, 28 Agustus 2021

Pemuda Adat Papua: Pola Pikir Haris Azhar Tidak Logis dan Tidak Masuk Akal


Melihat berbagai dinamika yang terjadi di tanah Papua, sudah seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik akan mendukung berbagai program yang di buat oleh pemerintah demi kesejahteraan masyarakat di Papua, sudah tentu kita sebagai warga negara yang baik harus mengawal proses pembangunan yang di galangkan oleh pemerintah , kita boleh mengkritik pemerintah tetapi harus di sertai dengan  solusi yang komprehensif.

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah opini yang di hembuskan oleh Haris Azar dengan tajuk berjudul "Warga Korban Tipu - tipu Operasi Militer dan Bisnis di Papua" sudah tentu opini tersebut membuat saya sebagai warga masyarakat yang lahir  dan besar di Papua menjadi bingung, sebab saya adalah masyarakat asli Papua yang di sebut sebagai OAP atau Orang Asli Papua , setahu saya peran militer baik itu TNI atau Polri adalah untuk menjaga kedaulatan negara dan melalukan upaya - upaya penegakkan hukum kepada kelompok - kelompok separatis teroris di Papua yang beroperasi di hutan - hutan papua dan mengganggu kamtibmas di tanah Papua, kami saja sebagai generasi muda papua merasa terganggu terkait aksi - aksi kelompok - kelompok ini, karena sangat meresakan masyarakat di Papua, apa lagi kelompok separatis ini sudah sering melakukan aksi - aksi tidak terpuji bahkan memakan korban jiwa, dan korban harta benda , apa kah...? ini yang di sebut pejuang kemanusiaan di Papua atau pejuang Hak Asasi Manusia di Papua. 

Jika ada opini terkat operasi militer di papua dan sebagi suatu upaya untuk melindungi kelompok elit tertentu di Indonesia saya anggap bahwa hal tersebut tidak memiliki suatu korelasi, saya secara pribadi  berpikir bahwa Haris Azhar dan koordinator kontras Fatia Maluidiyanti berpikir terlalu jauh untuk mengaitkan suatu persoalan yang terjadi di Papua, seharusnya Haris Azhar dan Fatia Maluidiyanti berbicara dengan melihat berbagai persoalan di Papua  dari berbagai sisi dan perspektif, banyak persoalan yang terjadi di Papua yang di sebabkan oleh kelompok - kelompok separatis di Papua, dan elit - elit di Papua yang sebenarnya merugikan rakyat Papua sendiri misalnya: 

1. Persolalan Korupsi yang melibatkan elit - elit di Papua.

2. Kekejaman dan kebiadaban Kelompok Separatis Teroris di Papua.

3. Pendidikan.

4. Kesehatan.

5. Ekonomi.

6. Kesejahteraan.

Dan masih banyak lagi persoalan di Papua, masih banyak persoalan di Papua yang bisa dibicarakan dan di  cari solusi penyelesaian.

Saya berharap saudara Haris Azar berbicara sesuai porsi , jangan berbicara seolah - olah saudara mewakili seluruh masyarakat di Papua, berikan solusi yang positif bagi kesejahteraan masyarakat di Papua dan bukan malah membuat opini - opini yang menyesatkan serta membingungkan masyarakat.

Sebagai warga negara yang baik , sudah tentu kita harus mendukung aparat keamanan baik itu TNI ataupun Polri agar tujuan pembangunan yang baik di berbagai sektor dapat berjalan maksimal serta berdampak positif bagi masyarakat di Papua. Rakyat sejahtera apabila rakyat dapat beraktifitas dengan aman dan kondusif.

Aparat keamanan di Papua ataupun di Intan Jaya memiliki fungsi yaitu untuk menjaga kedaulatan dan kamtibmas,  siapapun dia, siapapun kelompok  yang mengancam rakyat dan mengganggu kedaulatan bangsa dan negara indonesia maka harus di berantas, aparat keamanan baik itu TNI maupun Polri juga tidak serta merta menjalankan fungsi penegakkan hukum tetapi mereka juga memiliki fungsi pembinaan secara ekonomi kepada masyarakat setempat atau di daerah - daerah rawan konflik sehingga rakyat juga bisa merasa aman dan nyaman.

Bupati Intan Jaya bapak Natalis Tabuni juga pernah menyampaikan adanya ancaman dari Kelompok Separatis Teroris di wilayah Intan Jaya untuk meminta sejumlah uang kepada pejabat pemerintahan, kepala distrik dan kepala kampung , bahkan kelompok teroris ini juga meminta sejumlah besar dana desa yang sudah di distribusikan oleh pemerintah pusat, seharusnya persoalan - persoalan ini juga di ungkap oleh para pemerhati HAM seperti Haris Azar , jangan malah saudara Haris Azhar terkesan berbicara atas nama kelompok tertentu, atau membawa pesan sponsor.

Sebaliknya jika kita melihat dengan seksama , justru aktifitas tambang emas ilegal di Papua di gunakan sebagai salah satu sumber utama pendanaan bagi Kelompok Separatis Teroris di Papua, bahkan uang yang di kumpulkan KSTP ini digunakan untuk melakukan pembelian senjata api secara ilegal, dan senjata tersebut bahkan di gunakan juga untuk meneror, membunuh, dan melakukan aksi kriminal kepada masyarakat sipil, aparat pemerintah dan aparat keamanan, bahkan KSTP juga melakukan aksi - aksi pembakaran pesawat, pengancaman terhadap pilot  WNA , pengrusakan fasilitas umum, pembunuhan kepada masyarakat sipil, penembakan pelajar , pembunuhaan guru, pemerkosaan, bahkan baru - baru ini di kali brasa kabupaten Yahukimo, KSTP ini membunuh dua ( 2 ) orang karyawan PT. INDO PAPUA dan membakar jenasah mereka, trus apa kah..? perbuatan KSTP ini tidak berdosa atau tidak melanggar hukum dunia dan hukum Tuhan, seharusnya Haris Azhar sebagai pejuang kemanusiaan berbicara atas dasar keadilan, bukan malah sebaliknya mendukung kelompok teroris di Papua, sungguh tidak logis dan masuk akal pola berpikir seorang Haris Azhar.

Saya mencatat secara khusus dalam tiga tahun terakhir saja , sebanyak 95 orang telah menjadi korban keganasan dan kebiadaban KSTP , 59 diantaranya adalah merupakan warga sipil, 27 orang adalah prajurit TNI, dan 9 orang adalah anggota Polri, tentu data tersebut tidak termasuk kerugian materil , kerugian harta benda, atapun korban psikologis dan korban tidak langsung terkait pengungsian karena merasa takut dan tidak nyaman.

Dengan melihat berbagai fakta , data dan pola - pola aksi KSTP tersebut , sudah tentu hal tersebut menjadi tanggung jawab negara untuk melalui aparat kemanan baik itu TNI maupun Polri untuk mencari solusi penyelesaian persoalan tersebut, bahkan aparat keamanan telah melakukan berbagai pendekatan komprehensif berbasis ekonomi kerakyatan demi mendukung kesejahteraan rakyat di Papua.

Untuk itu sebagai generasi Papua dan anak asli Papua saya berharap Haris Azhar harus lebih berpikir secara terbuka terkait persoalan - persoalan konflik di Papua, dan melihat berbagai persoalan di Papua dari berbagai sudut pandang, akan sangat lucu jika Haris Azhar hanya melihat kesalahan Pemerintah dan aparat keamanan, tetapi tidak mampu melihat persoalan rakyat sipil, pemerintah dan aparat keamanan di Papua dan Intan Jaya yang menjadi korban Kelompok Separatis Teroris di Papua ( KSTP ).

Pertanyaannya Sekarang adalah : 

APA KAH..? SEORANG HARIS AZHAR BENAR - BENAR BERJUANG UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT DI PAPUA ...?

Papua, 27 Agustus 2021

Oleh : Ali Kabiay

Ketua Pemuda Adat Saireri II Nabire

Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua

0 komentar:

Posting Komentar