Sabtu, 28 Agustus 2021

Penangguhan Proses Hukum Viktor Yeimo Terkait Kesehatan Patut Diragukan


Jalannya proses hukum terhadap Viktor Yeimo terus berjalan, meskipun diketahui terdapat desakan dan upaya pembelaan terhadap Viktor oleh para simpatisannya. Sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo menyebut jika proses hukum Jubir KNPB tersebut tidak bisa dibatalkan dan harus tetap dijalankan sesuai mekanisme.

Sementara sehari berselang pada 27 AGustus 2021 Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jayapura menetapkan surat penangguhan hukum terhadap Viktor Yeimo atas alasan kondisi kesehatan. Berdasarkan pembataran tersebut sejumlah tanggapan bermunculan, beberapa menyebutkan jika penangguhan proses hukum terhadap Viktor sebagai siasat untuk meloloskannya dari jerat hukum.

"Sejak dilakukan penangkapan dan sempat menjalani proses, sudah banyak kisaran suara agar Viktor Yeimo itu dibebaskan. Sekarang muncul lagi pembataran, apa yang sedang terjadi saat ini jangan sampai merupakan siasat untuk meloloskan Viktor," ujar tokoh senior Franz Korwa.

Viktor Yeimo dianggap memiliki andil penting dalam pergerakan separatisme di Papua, hal tersebut yang membuat riuh desakan dari simpatisannya agar dirinya bisa dibebaskan. Namun Korwa mengingatkan jika alasan sakit yang dilakukan terdakwa hukum terkait eksistensi kelompok separatis bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya Filep Karma juga pernah bersiasat sakit untuk mencoba lepas dari ancaman hukumnya.

"Dulu (Filep) Karma itu juga alasan sakit-sakitan, ini harus menjadi pertimbangan bagi majelis hakim, apakah sakitnya sungguhan atau hanya dibuat-buat. Secara pribadi saya sangat ragu dengan alasan kesehatan Viktor. Aparat penegak hukum harus jeli melihat hal tersebut, jangan mudah dipengaruhi pihak-pihak lain,"

Korwa menambahkan jika siasat pelarian Viktor Yeimo benar-benar terjadi, maka nama-nama yang menjadi jaminan harus juga diadili secara hukum. Dirinya menyebutkan Emanuel Gobay dan Laurezus Kadepa adalah dua orang yang harus ditangkap untuk pertama kalinya. Korwa juga menegaskan jika hukum tidak bisa diperjual belikan.

"Kalau sampai Viktor ini kabur, Gobay dan Kadepa itu harus langsung ditangkap. Periksa dua orang itu karena mereka sudah menjaminkan dirinya. Atau juga kepada perangkat hakim yang menangani kasus Viktor wajib untuk diperiksa. Jangan ada yang mencoba-coba menjual belikan hukum,"

Menurut Korwa, pelaku kejahatan adalah musuh bagi setiap masyarakat yang mencintai kedamaian. Maka sudah sudah sepatutnya Viktro Yeimo mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Sebab secara umum tercatat buntut kerusuhan yang terjadi di Papua telah menewaskan 32 orang warga sipil.

Mekanisme hukum juga harus dihormati seluruh warga negara, hal tersebu tdiungkapkan Korwa mengingat bagaimana Daftar Pencarian Orang (DPO) diterbitkan Kepolisian, upaya penangkapan yang tidak mudah, hingga penuntutan oleh Kejaksaan. Dirinya juga menyampaikan pesan terkait proses hukum Viktor agar tidak menguap begitu saja.

0 komentar:

Posting Komentar