Sabtu, 21 Agustus 2021

Sepekan Tercatat 2 Kasus Penyerangan Warga Sipil dalam Aksi Teror KKB


Kontak senjata terus pecah antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan TNI-Polri dalam beberapa hari terakhir di wilayah Yahukimo, Papua. Tokoh senior Franz Korwa dalam keterangannya mempertanyakan terkait kabar pembakaran tiga rumah warga yang dilakukan oleh KKB.

Meskipun tidak ada korban jiwa akibat dari peristiwa tersebut, namun Korwa menilai akan ada dampak psikologis lain yang mempengaruhi aktivitas masyarakat di Wilayah Kabupaten Yahukimo.

"Kalau setiap aksi selalu menjadikan rakyat sipil sebagai korban, tentu hal itu sangat merugikan. Kalau memang KKB itu mau melawan negara, ya jangan usik warga sipil. Mereka tidak terlibat dalam konflik tapi mengapa rumahnya sampai dibakar?"

Korwa menambahkan jika aksi teror yang dilakukan KKB di Wilayah Yahukimo menunjukkan tren yang meningkat. Pihaknya tidak tahu persis terkait hal tersebut, namun dirinya khawatir jika konflik yang diciptakan KKB mulai menyasar kehidupan warga sipil.

"Saya dapat kabar kalau KKB di Yahukimo itu bukan asli Yahukimo, mereka datang dari wilayah-wilayah lain. Akan sangat buruk jika mereka datang ke Yahukimo hanya untuk menebar teror, bahkan kalau memang warga sipil dirugikan, hal itu sangat disayangkan,"

Terkait dengan aksi teror, sebelumnya di Kabupaten Puncak telah terjadi penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan oleh KKB. Aksi tersebut terjadi pada 21 Agustus 2021 dini hari ketika KKB melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan.

"Benar sudah dikonfirmasi ada satu warga terkena tembakan. Diduga tembakan berasal dari KKB yang saat itu secara tiba-tiba melakukan serangan ke pos aparat keaman," ungkap Kepada Dinas Sosial Kabupaten Puncak, Paniel Wakerkwa.

Wakerkwa dalam keterangannya menyebutkan jika aksi salah sasaran tersebut telah membuat warganya merasa takut.

"Bagaimana tidak takut, kita ini masih tidur (peristiwa terjadi pada pagi dini hari), tapi ada bunyi tembakan. Satu warga sipil yang tidak tahu situasi pun jadi sasaran,"

0 komentar:

Posting Komentar