Senin, 16 Agustus 2021

Tokoh Papua Jabarkan Aksi Pembubaran terhadap Massa KNPB di Jayapura


Pembubaran aksi demonstrasi massa KNPB oleh aparat keamanan kemarin (16/8) mendapat dukungan dafi sejumlah tokoh di Papua. Pasalnya aksi tersebut dianggap akan mengancam situasi keamanan di wilayah Kota Jayapura. 

KNPB yang juga dikenal sebagai salah satu organisasi separatis tersebut dikenal lihai menggerakkan massa, meski cara yang dilakukan tak jarang terjadi dengan ancaman dan intimidasi.

Tokoh pemuda, Ali Kabiay dalam pernyataannya menanggapi aksi KNPB dalam tuntutan pembebasan salah satu tokohnya, Victor Yeimo, dianggap sebagai tindakan ilegal yang melawan hukum.

"Saya dengar dari Kapolresta, kalau aksi mereka ini tidak ada pemberitahuannya. Tidak ada izin. Sudah tepat kalau harus dibubarkan,"

Terlebih dalam tuntutan membebaskan Victor Yeimo, dirinya merasa tidak paham dengan desakan pihak KNPB tersebut. Victor Yeimo adalah pelaku kriminal yang telah melanggar hukum negara, sambung Ali yang justru mempertanyakannya.

"Bagaimana maksudnya minta dibebaskan begitu saja? Dia itu kan pelaku kerusuhan. Tidak bisa hukum dijalankan sesuai kemauan, saya tidak paham dengan kemauan ini,"

Sementara Tokoh Adat Yanto Eluay juga mendorong pihak Kepolisian dalam melakukan tindakan tegas terkait pembubaran aksi. Manurutnya tindakan dari massa kelompok KNPB telah menciptakan kerawanan terkait situasi keamanan.

"Tidak ada yang salah, polisi membubarkan aksi itu sudah benar. Jangan diberikan tempat orang-orang seperti itu, misi yang dibawa saja sudah tidak menggambarkan aksi damai. Menuntut pembebasan begitu saja itu tindakan yang tidak ada dikitab hukum,"

Anak mendiang Theys Eluay itu juga menyinggung soal kerusuhan yang terjadi di Papua pada tahun 2019 lantaran aksi brutal yang juga dilakukan oleh massa KNPB.

"Tidak ada yang lupa bagaimana orang-orang itu membuat Jayapura menjadi hancur. Semua ketakutan merasakan situasi mencekam seperti itu. Intinya jangan lagi terulang,"

Ditemui di kediamannya, Pdt. Yerry Wonda menegaskan jika upaya KNPB dalam menuntut pembebasan Victor Yeimo sebagai tindakan yang sia-sia. Menurutnya hukum tetap harus ditegakkan terhadap Victor Yeimo. Pdt. Yerry juga mengatakan jika seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali harus menghargai tegaknya hukum demi keamanan.

"Hukum negara itu harus dijalankan untuk semua orang penduduk negara. Kalau di Indonesia ya dari Sabang sampai Merauke, tanpa terkecuali. Maka kami orang Papua juga tunduk dengan hukum itu, semua demi kenyamanan dan keamanan,"

Pdt. Yerry lantas mengandaikan terkait fungsi hukum bagi masyarakat, dan akibatnya ketika ada masyarakat yang melanggar.

"Hukum itu seperti pagar, melindungi yang ada didalamnya dari segala hal hang sifatnya buruk diluar sana. Sehingga kalau ada orang itu keluar dari pagar, maka dia harus tahu konsekuensi dan resikonya,"

1 komentar:

  1. Stabilitas politic kondusif adalah ruang hampa tempat politikus murahan memainkan peran untuk mendapat popularitas murahan.

    Negara turut memberi kontribusi kejahatan melalui pembohongan publik guna pembidohan dalam negara demokrasi.

    BalasHapus