Sabtu, 07 Agustus 2021

Victor Yeimo Tak Bisa Lolos Begitu Saja, Dia Harus Ingat Dosanya


Berita hoaks selalu dijadikan senjata oleh kelompok separatis di Papua untuk berkelit dan membenarkan aksi kriminalitas. Berita yang sengaja diciptakan oleh kelompok separatis dan berbagai aliansinya tersebut dianggap telah berulang kali memicu keresahan di masyarakat.

Melihat kasus terkait hoaks di Papua, maka pembahasan tidak akan lari dari sosok Victor Yeimo.  Sebagai salah satu tokoh organisasi separatis KNPB, Victor selalu menjadi aktor atau dalang dibalik setiap aksi separatisme. Bersama dengan Veronica Koman dan berbagai tokoh separatis lainnya, Victor selalu menyebarkan tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar untuk mengangkat eksistensi pergerakan separatisme di Papua.

“Victor Yeimo sudah sepantasnya menanggung perbuatannya lewat jalur hukum. Semua orang akan tahu nama Victor karena dia adalah provokator di Papua. Beberapa aksinya bahkan bisa menggalang massa untuk melakukan pergerakan, terkadang dibumbui dengan aksi kriminalitas,” ujar Albert Yikwa sebagai salah seorang mantan aktivis KNPB di Jayapura.

Victor disebut sebagai aktor dalam mobilisasi massa simpatisan gerakan separatisme di Jayapura dan Wamena pada tahun 2019. Dalam aksi tersebut Kota Jayapura dan Wamena luluh lantah, kehancuran dan kerusakan bahkan pembunuhan menjadi hal yang dianggap wajar karena tidak bisa diredam.

“Kalau Victor Yeimo ini lolos begitu saja, maka bukan tidak mungkin kalau ada pergerakan massa lagi, dimana aksi itu adalah bentuk pelanggaran HAM. Kita lihat bagaimana aksi pengrusakan, upaya penyerangan, sampai pembunuhan telah terjadi di Jayapura dan Wamena waktu itu,”

KNPB juga disebutkan sebagai salah satu organisasi pergerakan separatis yang lekat dengan intimidasi serta ancaman. Sebagai warga asli Papua, mereka yang hidup dalam tekanan KNPB selalu menjadi alat yang digunakan untuk menyuarakan kepentingan tertentu.

“Bicara KNPB maka bicara ancaman dan intimidasi. Rakyat Papua sudah lelah dengan hal itu, setiap ada kepentingan selalu orang Papua mulai dari orang tua sampai anak-anak akan dimanfaatkan. Mereka diintimidasi untuk melakukan aksi. Semua tahu kebusukan itu,”

0 komentar:

Posting Komentar