Selasa, 07 September 2021

2 Anggota TPNPB-OPM Ditangkap, Sebby Sambom Jadi Pecundang

linkpapua.com

08/09/2021 10:09

Minta Presiden Hentikan Pengejaran dan Tawarkan Perundingan

Sebelumnya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, menegaskan bertanggung jawab atas tewasnya 4 anggota TNI Angkatan Darat di Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (2/9/2021).

4 militer Indonesia tewas dalam operasi penyerangan Sebby mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perang rakyat dalam pembebasan tanah Papua. Perang dilakukan atas komando para pimpinan TPNPB-OPM.

"Jadi perang pembebasan Papua ini tidak akan berhenti, tetap berlanjut di seluruh tanah Papua, di semua kodap, kapan saja, Kami menantang TNI dan Polri untuk perang di tempat terbuka, seperti kami memerangi Indonesia di pos-pos militer." Ucap Sebby sambom dalam sebuah pernyataannya di media.

Tantangan tersebut ditindak lanjuti oleh pasukan TNI yang melakukan pengejaran ke markas TPNPB-OPM dan menangkap 2 (dua) pelaku penyerangan dan pembunuhan prajurit TNI, dari hasil penangkapan tersebut laporan dari Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM mengeluarkan permohonan resmi kepada presiden Jokowi untuk menghentikan pengejaran terhadap pasukan TPNPB-OPM.

Permohonan tersebut disampaikan oleh Sebby Sambom pada hari selasa 7 September 2021 “Kami (TPNPB-OPM) meminta kepada pemerintahan Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo agar menghentikan pengejaran dan penangkapan, kami bersedia duduk di meja perundingan”.

Dengan permohonan resmi tersebut telah menunjukan betapa pengecutnya Sebby Sambom (TPNPB-OPM) yang telah memohon untuk tidak dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap TPNPB-OPM di markas- markasnya.

Sebby mengaku permohonan perundingan yang dibuat dengan alasan HAM, dan meminta Gereja, Pegiat HAM, masyarakat Internasional untuk bersuara, namun hingga saat ini belum ada satupun pegiat HAM yang berbicara soal ini, termasuk pembunuhan terhadap 4 (empat) prajurit TNI.

“Hingga saat ini para pegiat HAM seperti Haris Azhar, Theo Hesegem, Natalius Pigay dll belum angkat suara terkait pembunuhan dan pembantaian 4 prajurit TNI di Maybrat,”

Para pegiat HAM ini bukan manusia yang berkeadilan kemanusiaan, Ketika korbannya TPNPB-OPM atau KBB mereka akan bersuara seolah-olah negara telah melakukan pelanggaran HAM, kita tunggu saja!

Sebby Sambom sebenarnya adalah pecundang alias pengecut, menantang TNI untuk berperang di tempat terbuka, setelah dilakukan perang di markas-markas TPNPB-OPM, malah mengeluarkan permohonan perundingan diatas meja. Ini lucu dan pengecut.

Selamat buat Sebby Sambom dengan gelar Penipu Besar dan Pecundang.

0 komentar:

Posting Komentar