Minggu, 05 September 2021

Damianus Yogi Singgung Goliath Tabuni Sudah Tua dan Tak Mampu Pimpin Perjuangan


Setelah disahkannya hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Tetiyo Kabupaten Paniai, Damianus Yogi mulai menyadari jika ada kelompok yang merasa sakit hati dan tidak suka dengan pengangkatannya sebagai Panglima Tertinggi TPNPB-OPM. (6/9)

Damianus dalam keterangannya mengungkapkan jika pertemuan pada 9-12 Agustus 2021 sebelumnya sudah dinyatakan sah atas dirinya sebagai pemegang komando perjuangan TPNPB-OPM.

“Pertemuan itu tidak main-main, mereka yang sudah tua dan tidak bisa berbuat apa-apa pasti merasa sakit hati. Padahal secara dasar KTT itu juga sudah benar sehingga sekarang aaya adalah pemegang komando perjuangan TPNPB yang sah,”

Atas klaim sejumlah kelompok yang dianggapnya tidak bertanggung jawab tersebut, Damianus menegaskan agar jangan lagi menggangu ketetapan bersama yang juga sudah disepakati. Dirinya juga menegaskan bahwa tidak bisa lagi ada kelompok yang mengkalim terkait posisinya sebagai Panglima Tertinggi TPNPB-OPM.

“Komando perang sudah resmi menjadi tanggung jawab saya. Sehingga tidak bisa lagi ada orang lain yang mau klaim tentang ini. Mereka tidak boleh mengganggu ketetapan yang sudah disepakati, saya adalah Panglima Tertinggi,”

Perihal KTT yang sudah sah, Damianus Yogi menyebutkan jika hal tersebut dalam rangka mempertimbangkan kondisi Goliath Tabuni yang sudah tidak memungkinkan untuk memimpin pergerakan. Damianus secara tegas menyebutkan jika faktor usia tidak bisa ditoleransi.

“Kita menghargai dirinya sebagai orang tua, tapi urusan perang perjuangan tidak bisa. Goliath sudah sangat tua dan tidak mungkin maju membawa senjata untuk berperang, itu namanya bunuh diri. Goliath tidak bisa lagi memimpin pergerakan,”

Bahkan Damianus merasa kasihan melihat kondisi Goliath Tabuni, dirinya bahkan menuding jika orang-orang disekitar Goliath pun tidak memikirkan kondisi tersebut. Pihaknya menganggap kelompok TPNPB-OPM sedang terbuai dengan glorifikasi kejayaan zaman dahulu.

“Kondisi saat ini dan zaman dahulu itu sudah sangat-sangat berbeda, dan yang menjadi perhatian adalah mereka semua itu tidak sadar. Padahal sekarang ini organisasi sedang jalan di tempat dan tidak berbuat apa-apa. Ya itu karena pemimpinnya hanya diam saja,”

Terkait perencanaan operasi TPNPB-OPM dalam jangka pendek, Damianus Yogi mengaku sudah melakukan diskusi dan telah mempersiapkan segala hal yang diperlukan.

“Surat perintah tentang operasi sudah dipersiapkan, ada banyak rencana yang sudah disusun. Kami dari Komando Markas Pusat sudah mempersiapkan segala hal terkait pergerakan yang harus tetap dilanjutkan. Sehingga jangan ada lagi yang mengganggu urusan perjuangan ini,”

1 komentar: