Jumat, 24 September 2021

Dewan Gereja Papua Adalah Serigala Berbulu Domba, Kebusukan Mereka Terlihat Nyata


Dewan Gereja adalah salah satu perhimpunan antar gereja dunia yang dibentuk untuk menghimpun kesatuan, namun oleh Dewan Gereja Papua, mereka justru merusak perhimpunan tersebut dengan mendorong berbagai perpecahan lewat provokasi yang dilakukan oleh pengurus-pengurusnya.

Dewan Gereja Papua dianggap hanya menumpang nama dan tidak turut dalam struktur yang resmi. Bahkan menurut tokoh agama Joop Suebu bahwa di Papua lebih dikenal organisasi lain Bernama persekutuan gerejagereja Papua (PGGP).

“Dewan Gereja Papua memang sudah berkiprah diluar negeri, tapi Dewan Gereja Papua itu baru ada tahun 2020 lalu, tapi secara tidak langsung dalam waktu singkat itu mereka sudah membuat sedikit kegaduhan. Padahal di Papua kita semua sudah lebih mengenal PGGP,”

Menurut sejumlah tokoh, Dewan Gereja Papua hanya upaya terselubung dari sejumlah tokoh separatis yang mendukung aksi kekerasan lewat misi keagamaan.

“Dewan Gereja Papua itu isinya orang-orang separatis semua. Menjual nama agama untuk mendukung aksi terorisme. Jangan ada yang percaya nama-nama seperti Socratez, Benny Giay, atau Dorman. Mereka itu domba berbulu serigala,” ungkap Franz Korwa sebagai salah seorang tokoh senior Papua.

Korwa juga meyakinkan jika orang-orang di Dewan Gereja Papua adalah bagian dari kelompok separatis di Papua yang sudah terbukti selalu menciptakan ancaman kekerasan atau segala bentuk aksi pelanggaran HAM. Kelompok ini disebutkan selalu mendukung KKB yang telah merenggut nyawa orang-orang lewat aksi penembakan biadabnya.

Bahkan pernyataan tersebut tergambar dari sikap Dewan Gereja Papua atas peristiwa penyerangan terhadap para tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang. Dewan Gereja Papua tidak pernah sama sekali melontarkan pernyataan atas kecaman.

“Omong kosong orang-orang disana, mereka busuk semua, berdiri di dua kaki. Mana yang bisa memberi kekayaan, itu yang mereka dukung. Mereka tidak menggambarkan sama sekali bagaimana ajaran Kristen itu sehatusnya hadir,”

4 komentar:

  1. Gembala2 yg korwa sebut adalah penjaga umat dr serigala besar yg mengacam tatanan aspek kehidupan org asli papua .gembala yg sesungguha adalah mereka yg membela keadilan dan kebenaran .dan mereka junjung tinggi kebenaran diatas negeri mereka dan umatnya yg tertindas oleh kekuasaan.

    BalasHapus
  2. Media prpokator, Gereja juga gunakan gembala gembala bayaran untuk menidas umatnya
    Bravo dewan gereja papua

    Komentar tidak berbobot 😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄

    BalasHapus
  3. 𝐓𝐝𝐤 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐥𝐢𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐨 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐥𝐮𝐬𝐢𝐟𝐞𝐫 𝐲𝐠 𝐩𝐞𝐧𝐣𝐢𝐥𝐚𝐭 𝐍𝐊𝐑𝐈 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐚 𝐬𝐝𝐡🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  4. Pace Korwa tu persisnya dgn para ahli taurat. Tau firman & org2 terdidik tp krn lebih berpatu pada raja Herodes yg adlh Pemimpin negeri ketimbang berpatuh pada Tuhan Allah yg adlh raja diatas sgala raja. Pdt korwa lebih pekah mjalankan pada perinta nkri ketimbang pada Firman TUHAN Allah.

    BalasHapus