Jumat, 10 September 2021

Emanuel Gobay Tak Perlu Takut Yang Berlebihan, Negara Menjamin Hak Hidup Warganya


Jurnalpatroli.com

11/10/2021 14:05

Ramainya pemberitaan oleh media terkait pengiriman pasukan ke Papua dan Papua barat pasca dibunuhnya 4 orang prajurit TNI di Maybrat, ditanggapi oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Emanuel Gobay.

Pada konference pers, Jumat 10/10/2021 Emanuel mengutarakan ketakutannya kalau ada pengungsian setelah masuknya pasukan TNI ke Maybrat, dirinya meminta untuk pasukan Reskrim yang diturunkan ke Maybrat untuk mencari para pelaku.

Melihat ketakutan yang berlebihan, aktivis Papua juga merupakan generasi penerus Papua kakak Edward GM memberikan tanggapan atas penyampaian Emanuel Gobay.

Edward GM yang akrab disapa kakak Edo mengatakan Emanuel Gobay mulai mencari panggung baru, setelah panggung praperadilan penangkapan Victor dimenangkan oleh Polda Papua.

"Emanuel Gobay jangan terlalu panik dan ketakutan yang berlebihan karena pasukan yang dikirim ke Papua dan Papua barat khususnya pasca pembunuhan 4 prajurit TNI bertugas mencari pelaku penyerangan  pos TNI dan pembunuhan 4 prajurit tsb," terangnya.

Lebih lanjut kata Edo, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab prajurit TNI melakukan penumpasan terhadap kelompok yang mengganggu tegaknya NKRI.

Justru menjadi pertanyaan balik kepada Emanuel Gobay, dia ini warga negara Indonesia atau bukan? Setiap ada aksi yang mengrongrong tegaknya NKRI dia selalu membela para pelaku, tidak pernah berbicara membela negara dalam hal ini TNI dan polri.

"Sedikit-sedikit bicara soal HAM, bicara pengungsian, padahal yang menjadi korban sebelumnya prajurit TNI, dan kalau ada kelompok TPNPB-OPM yang menjadi korban baru dia berteriak HAM, ini sangat menjijikan," terangnya.

Pasca dari pembunuhan prajurit TNI dan dilakukannya pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan, merupakan langkah yang cepat dan tepat, terkait ketakutan Emanuel Gobay soal akan adanya pengungsian, Edo menghimbau masyarakat tidak perlu takut dan kwatir, dirinya yakin TNI dan Polri sangat profesional dalam menangani kelompok ini dan ini sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Saya yakin tidak ada pelanggaran HAM yang terjadi terhadap warga sipil di sana, karena Negara menjamin hak hidup setiap warganya, justru pelanggaran HAM itu sudah terjadi yang dilakukan oleh TPNPB-OPM, dan ini tidak pernah diangkat oleh para pegiat HAM maupun LBH, tidak boleh dibiarkan," tuturnya.

Diakhir penyampaiannya, Edward mendukung tindakan dan langkah-langkah yang dilakukan TNI dan Polri dalam menangani kelompok TPNPB-OPM maupun pelaku kriminalitas di Papua dan Papua barat, dan masyarakat diminta untuk tetap beraktifitas seperti biasa dan terus memberikan bantuan informasi tentang keberadaan para pelaku pembunuhan tersebut.

Semoga para pelaku dapat dibasmi dan ditangkap.

0 komentar:

Posting Komentar