Senin, 06 September 2021

KKB Dorong Perundingan terhadap Indonesia, Pemuda Papua Tegaskan Tak Mungkin Terjadi


Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Mandala Trikora (DPD PMT) Provinsi Papua Ali Kabiay tanggapi pernyataan Jubir Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terkait permintaannya berunding dengan pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan polemik bersenjata di Papua.

Menurut Ali Kabiay, KKB adalah kelompok separatis yang sudah membuat kekacauan di Papua. Atas dasar itu pihaknya menyebutkan jika tidak perlu ada upaya perundingan dengan KKB. Ali beralasan jika perundingan hanya akan mengakomodir kriminalitas yang dilakukan kelompok separatis.

“Kalau berunding dengan masyarakat Papua itu mungkin terjadi, karena tujuannya jelas untuk membangun Papua dan kesejahteraan bersama. Tapi kalau berunding dengan KKB, untuk apa? Mereka ada sumber kekacauan di Papua,”

Sebagai pemuda Papua, Ali menjelaskan jika eksistensi KKB harus segera dituntaskan tanpa ada toleransi. KKB dianggap Ali sudah sangat merugikan, tidak hanya merusak situasi keamanan namun juga telah menghambat proses pembangunan.

“Bukan hanya ancaman keamanan, banyak hal yang sudah membuat Papua ini terus dirugikan, termasuk pembangunan daerah yang terus terhambat,”

Atas ancaman KKB yang tidak akan berhenti melakukan perlawanan, Ali Kabiay juga menyebut hal serupa. Dirinya tegas mengatakan jika aparat TNI Polri tidak akan mundur sejengkal pun untuk menjaga keamanan di Papua.

“Ya itu kan klaim mereka, kita juga bisa, dan TNI Polri tidak akan pernah gentar sebab kita ini ada dipihak yang benar. Tidak ada namanya mundur, penegakan hukum harus tetap dilakukan,”

Ali juga meminta kepada Sabby Sambom sebagai Juru Bicara KKB bahwa jangan sekali-kali membawa alasan Hak Asasi Manusia dalam aksi-aksinya, ataupun menyinggung dunia internasional sebagai ancaman.

“Aneh kalau mereka menyinggung HAM, padahal mereka sendiri yang selalu melanggar HAM. Lihat saja setiap korban yang berjatuhan, dengan cara bagaimana mereka membunuhnya, itu saja sudah sangat biadab. Terlebih membawa nama dunia internasional dalam konflik Papua, seharusnya mereka sadar kalau dunia internasional pun sudah mengecam aksi separatisme yang dilakukan KKB itu sendiri,”

0 komentar:

Posting Komentar