Kamis, 09 September 2021

KNPB Sudah Habis Akal, Sampah Pembongkaran Rusunawa Dilaporkan ke DPRP


www.beritapapua.com

10/09/2021 08:40

Aksi demo yang berlangsung di kantor DPRP Papua menuntut pertanggung jawaban dari Yunus Wonda selaku Ketua PON XX terkait pembongkaran asrama Rusunawa yang dilakukan beberapa waktu berakhir dengan pembubaran oleh pihak kepolisian dari Polresta Jayapura, Kamis 09/09.

Pasca menyampaikan tuntutan di kantor DPRP Papua, beberapa mahasiswa yang diketahui berafiliasi dengan kelompok KNPB mengaku kecewa pasalnya, mereka tidak dapat menemui Wakil Ketua DPRP Ynus Wonda yang juga merupakan Ketua PON XX Papua.

“Kami kecewa dengan Yunus Wonda karena tidak mau menemui kami, mahasiswa hanya meminta pertanggung jawaban dari Yunus Wonda yang saat itu melakukan perbaikan asrama Rusunawa untuk penggunaan atlit PON, karena sampai saat ini beberapa mahasiswa tidak mendapatkan tempat tinggal setelah pengsongan asrama rusunawa,” ungkap Fitalis.

Disinggung soal keterlibatan beberapa mahasiswa dengan KNPB dirinya tidak menampik tuduhan itu, karena memang ada sebagian dari mahasiswa yang telah bergabung dengan KNPB dan setiap aksi demo merka selalu didukung oleh KNPB bahkan disokong berupa dana atau makanan saat beraksi.

Bahkan seruan aksi ke DPRP Papua  untuk minta pertanggung jawaban kepada Yunus Wonda dan Rektor Uncen merupakan dorongan dari KNPB yang diserukan oleh Agus Kossay, walaupun pada akhirnya tidak bisa dijawab langsung oleh Yunus Wonda.

Namun dalam pesan digital yang tersebar melalui media whatsapp Yunus Wonda menyampaikan “mahasiswa dan KNPB jangan membuat isu yang tidak benar, papua akan mengahadapi PON agar bisa menjaga sitkamtibmas.”

Melihat dari gambar-gambar yang diposting oleh KNPB terkait pembongkaran asrama rusunawa itu awak media mencoba menghubungi salah satu mahasiswa yang menjadi penghuni rusunawa mengatakan kalau foto-foto tersebut merupakan foto pada saat pengosongan rusunawa yang merupakan sampah-sampah dari barang-barang yang tidak terpakai atau rusak.

“Itu semua barang-barang rusak yang sudah tidak terpakai lagi yang ditumpuk jadi sampah, termasuk beberapa barang milik saya,” ungkapnya.

Ini sangat tidak masuk akal sampah-sampah barang bekas milik mahasiswa yang sudah dibuang saat pengosongan rusunawa dijadikan bahan propaganda oleh KNPB, mereka sudah hilang akal, tuturnya.

0 komentar:

Posting Komentar