Rabu, 08 September 2021

KNPB Terlibat Distribusi Senjata Ilegal untuk Ganggu Pelaksanaan PON Papua


Operasi penegakan hukum terus dilakukan aparat keamanan TNI Polri terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selalu menebar ancaman di Papua. KKB dan berbagai organisasi yang terafiliasi dengan gerakan separatisme dianggap sudah cukup membuat Provinsi Papua semakin tertinggal dengan wilayah lain di Indonesia.

Salah seorang pengamat bidang pertahanan dan keamanan, Yulian Ardianto menyebutkan jika terdapat kelompok lain yang masih terafiliasi dengan gerakan pembebasan Papua sedang mencoba menggaggu penyelenggaraan agenda nasional di Papua.

“Soal separatisme di Papua maka bukan hanya kelompok bersenjata yang eksis, mereka ada juga organisasi sipil. Meski seperti itu mereka masih terafiliasi dalam pergerakan untuk memisahkan Papua,”

Ardianto menyebutkan jika kelompok sipil yang disebutkannya sebagai Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tersebut, sedang mencoba melakukan upaya gangguan pada pelaksaan PON yang digelar bulan Oktober tahun 2021 mendatang.

“Berbagai kajian menganggap jika keberhasilan penyelenggaraan PON akan semakin memojokkan eksistensi gerakan separatis di Papua.Sehingga kampanye-kampanye untuk menolak PON itu mulai dilakukan, bahkan sudah terjadi sejak tahun lalu oleh KNPB sendiri,”

Terkait penangkapan dua orang separatis di Kabupaten Pegunungan Bintang yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, hal tersebut dianggap Ardianto Sebagai bukti kuat jika KNPB memiliki rencana terorganisir untuk mengganggu pelaksanaan PON. Sebab dalam penangkapan tersebut ditemukan 5 pucuk senjata laras panjang.

“Kurang dari sebulan pelaksanaan PON, dan penangkapan dua orang KKB di Pegunungan Bintang terjadi. Kemudian 5 buah senjata yang berhasil diamankan juga itu tidak main-main, tentu hal itu semakin menguatkan bahwa ada rencana untuk mengganggu PON,”

Meski mengkalim pihaknya sebagai organisasi pergerakan sipil non militer, rekam jejak KNPB lekat dengan aksi-aksi kekerasan yang berujung jatuhnya korban jiwa. Tak hanya itu penangkapan Senat Soll (2/9) yang merupakan pimpinan KKB Yahukimo juga terjadi di markas KNPB.

“KNPB mengkalim jika mereka non militer, tapi yang terjadi selama ini tidak demikian. Fakta terakhir saja terkait penangkapan Senat Soll itu terjadi di markas KNPB. Aksi separatisme itu akan tetap berkaitan satu sama lain, termasuk bagi KNPB,”

1 komentar: