Rabu, 01 September 2021

Sebagai Kuasa Hukum, Emanuel Gobay Diragukan Kapasitasnya


Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Jayapura, Roberto Naibago menolak gugatan kuasa hukum Viktor Yeimo sebagai terdakwa kasus kerusuhan Papua pada tahun 2019. Gugatan tersebut menyoal penangkapan Viktor yang dikatakan tidak sesuai prosedur.

Dalam pembacaan Putusan Praperadilan tersebut , Hakim Pengadilan Negeri Jayapura Roberto Naibaho menolak gugatan yang diajukan oleh Emanuel Gobay sebagai kuasa hukum Victor Yeimo dan dinyatakan gugur dalam persidangan tersebut.

Sebelumnya kasus penyelesaian sidang bagi Viktor Yeimo dianggap berbelit-belit. Hal tersebut terkait bantahan dan upaya memperlambat proses peradilan dimana Viktor Yeimo kemudian beralasan sakit.

“Siapa yang salah maka wajib dihukum. Saya ikuti kasus ini, memang dari pihak terdakwa itu mereka mau mencari celah untuk bisa lolos dari peradilan. Tapi memang saya apresiasi putusan hakim juga dalam menolak praperadilan yang diajukan,” ujar Agustinus R sebagai tokoh senior Papua.

Bahkan ketika mendapati Emanuel Gobay sebagai kuasa hukum mengajukan praperadilan, dirinya menyebutkan jika upaya tersebut akan mentah begitu saja.

“Yang dipermasalahkan dalam praperadilannya adalah penangkapan yang disebutkan tidak sesuai prosedur, ini agak aneh menurut saya. Karena siapapun dia, mau orang biasa, mau satgas A-B-C-D, semua bisa menangkap Viktor. Ya ternyata terbukti dari putusan hakim kemarin, prapreadilan ditolak,”

Agustinus menambahkan terkait status Viktor Yeimo sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Papua, bahkan Viktor pun sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dirilis DIrektorat Reskrimum Polda Papua DPO/22/IX/RES.1.24/2019/DITRESKRIMUM terkait kasus kerusuhan.

“Perlu diingat kalau Viktor itu sudah jadi tersangka sejak 2019 bersamaan dengan surat DPO dari Polda. Kalau Gobay permasalahkan soal penangkapan, ya mungkin dia tidak cukup paham bagaimana mekanisme hukum itu berjalan,”

Namun Agustinus menduga jika upaya praperadilan hanya sebuah siasat untuk memperpanjang penyelesaian proses hukum terhadap Viktor. Hal tersebut diungkapkannya mengingat ada kepentingan lain yang bisa jadi sedang ditutup-tutupi terkait status Viktor saat ini yang sedang melakukan pengobatan.

“Jangan sampai lengah, banyak kasus terkait praperadilan yang hanya digunakan untuk memberi waktu bagi pelaku kejahatan untuk mencari cara lain agar bisa lolos dari hukum. Apalagi sekarang Viktor masih dirawat karena alasan sakit, ini akan semakin lama lagi. Saya harap aparat sudah punya antisipasi terkait hal ini,”

0 komentar:

Posting Komentar