Senin, 25 Oktober 2021

Benny Wenda Tegaskan WPA Rebut Markas Victoria


Benny Wenda angkat suara terkait pernyataan Jeffrey Bomanak yang menuduh ULMWP memaksa kudeta militer atas TPNPB-OPM. Dilansir dalam laman pribadinya, Benny Wenda sebagai Presiden Sementara Papua Barat mengatakan jika upaya yang dilakukan ULMWP untuk menjaga progresif dalam perjuangan.

Benny Wenda juga mengklaim jika upaya mengambil alih pimpinan OPM TPNPB bertujuan untuk meminimalkan kasus pelanggaran HAM. Hal tersebut disampaikan Wenda mengingat kasus pelanggaran HAM tidak terlepas dari aksi organisasi yang dipimpin oleh Jeffrey Bomanak tersebut.

“Saya yang memahami situasi, saya punya tanggung jawab agar Papua bisa mendapatkan hak-haknya. Kami di luar negeri sangat memperhatikan permasalahan HAM di Papua, jadi mau atau tidak mau langkah ini harus dilakukan,”

Benny Wenda mengungkapkan jika PBB bahkan telah cukup banyak mendapatkan laporan-laporan terkait aksi kekerasan yang dilakukan oleh TPNPB terhadap warga sipil. Menurutnya laporan terakhir yang akhirnya mendesak ULMWP adalah pembunuhan terhadap petugas kesehatan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang.

“PBB sendiri sudah memastikan jika banyak laporan tentang Papua, terlebih tentang aksi TPNPB. Hal seperti ini harus bisa dikelola, terutama tentang kasus pembunuhan tenaga medis di Pegunungan Bintang yang sudah mencoreng perjuangan Papua,”

Benny wenda sebagai salah seorang warga kehormatan Oxford tersebut menegaskan jika PBB telah memberikan peringatan terhadap ULMWP. Menurutnya, hal tersebut secara langsung berimbas pada pergerakan diplomatis ULMWP di luar negeri.

“Sudah ada peringatan, kalau dibiarkan berlarut-larut akan semakin menghambat pergerakan ULMWP di luar negeri, padahal upaya ULMWP di luar negeri tidak dilakukan dengan cara cuma-cuma, ada kompensasi besar yang harus dibayar. Ini seperti pertaruhan hidup dan mati,”

Melalui Mathias Wenda, Benny mengatakan bahwa upaya pengambil alihan markas Victoria harus tetap dilakukan, mengingat peran TPNPB yang tidak sejalan dengan ULMWP, dan dikhawatirkan akan semakin menghambat proses perjuangan.

“Pasukan WPA memang harus segera menduduki markas Victoria. TRWP dan TNPB harus mengambil alih peran TPNPB yang sampai sekarang selalu melakukan aksi-aksinya dengan cara kekerasan. Harus segera dihentikan karena akan menghambat,”

0 komentar:

Posting Komentar