Rabu, 20 Oktober 2021

Masyarakat Kiwirok Merasa Dirugikan atas Keberadaan KKB


Buntut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mencoba membuat kekacauan hingga menduduki Distrik Kiwirok di Kabupaten Pegunungan Bintang telah mengakibatkan masyarakat asli menjadi ketakutan. Bahkan dalam tempo hari, beberapa masyarakat harus mengamankan diri ke wilayah pinggiran untuk menyelamatkan diri.

Merinus Uropmabin dalam keterangannya menyebut jika aksi yang dilakukan oleh masyarakat Kiwirok murni spontanitas, sebab sebelumnya Kiwirok dikenal dengan daerah yang aman dan tidak pernah ada peristiwa berdarah terjadi. (20/10)

“Karena Kiwirok ini dulu jadi tempat yang aman-aman saja, sekali ada kacau masyarakat tentu menjadi takut. Pembakaran Puskesmas dan penyerangan kepada suster itu sangat mengerikan, makanya warga sempat menghindarinya,”

Merinus menambahkan jika konflik yang dibawa oleh KKB ke Kiwirok sudah membuat keresahan yang lebih bagi masyarakat asli.

“Kehidupan masyarakat setelah terjadinya penyerangan itu sampai sekarang seperti sudah berbeda. Masyarakat sekarang lebih merasa resah, dan rasa trauma itu pasti ada. Memang sejak awal kami di Kiwirok tidak  pernah setuju dengan KKB,”

Menurutnya keberadaan KKB terutama kelompok Lamek Taplo dianggap hanya akan membawa pengaruh buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat di Kiwirok. Merinus juga mengatakan bahwa KKB tidak boleh mengklaim perjuangan atas nama Papua.

“Kelompok Lamek Taplo yang sering melakukan teror di sekitar Pegunungan Bintang seharusnya mereka tidak bisa dibiarkan begitu saja, mereka sudah mengancam. Masyarakat di Kiwirok sangat menghargai kasih-sayang, jadi tidak boleh mereka klaim sedang melakukan perjuangan bagi kami,”

0 komentar:

Posting Komentar