Kamis, 21 Oktober 2021

Pasca Pembunuhan dan Pemerkosaan Tenaga Medis di Kwirok, Benny Wenda Ambil Alih TPNPB


Setelah data kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap tenaga medis yang terjadi di Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang diterima PBB, Benny Wenda akan ambil alih seluruh aksi perjuangan yang dilakukan TPNPB.

Strategi ini menurut Benny untuk mengendalikan perjuangan yang selama ini masih dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan tidak manusia oleh TPNPB dibawah pimpinan Jeffrey Bomanak.

"Setelah pembunuhan dan pemerkosaan terhadap tiga orang tenaga medis di Kiwirok Papua, saya menggeser beberapa kelompok pasukan militer ke wilayah perbatasan Indonesia dan PNG untuk mengendalikan pasukannya Jeffrey" ungkap Benny saat dikonfirmasi adanya laporan kasus kwirok yang sudah diterima anggota PBB.

Saya sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh TPNPB, yang tidak memperhatikan hak-hak warga sipil, kita tahu dalam hukum perang pihak medis atau kesehatan tidak boleh ganggu apalagi dibunuh.

Dengan masuknya data kasus pembunuhan tenaga kesehatan ke PBB, maka menambah catatan buruk bagi ULMWP dalam melakukan diplomatik perjuangan kemerdekaan di luar negeri.

"Kita tentunya tahu kalau kemerdekaan itu hanya bisa digapai atau didapat lewat diplomasi, seperti Indonesia melalui diplomatik yang dilakukan oleh Sukarno terwujudlah Indonesia menjadi sebuah negara"

Makanya dalam jangka waktu dekat seluruh aksi perjuangan Papua merdeka, akan diambil oleh ULMWP, dan pada 1 Desember 2021 nanti saya akan membagi anggaran ke pos-pos departemen seperti pertahanan 200 triliun, kementrian politik 150 triliun, pasukan khusus 70 triliun dan kementrian lainnya 40-60 triliun.

Sedangkan untuk TPNPB sendiri tidak diberikan anggaran karena secara UU TPNPB tidak masuk dalam West Papua Army (WPA), yang diakui hanya WPA dan ini masuk dalam pos departemen pertahanan dan keamanan.

_sumber: jubir departemen politik Ulmwp _

0 komentar:

Posting Komentar