Minggu, 31 Oktober 2021

Pastor Selamatkan Warga Terjebak Kebakaran atas Aksi Separatisme di Intan Jaya, Papua


Kelompok Separatis dikabarkan sempat menguasai Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya. Atas peristiwa tersebut aparat keamanan TNI Polri harus melakukan kontak senjata untuk mendesak mundur kelompok separatis, sebab keberadaan kelompok spearatis telah akses penerbangan di bandara tersebut. 

Diketahui juga kelompok separatis melakukan aksi membabi buta dengan sengaja membakar rumah serta kios-kios pedagang yang berada di sekitar Bandara Bilorai. Pembakaran rumah dan kios tersebut telah membuat warga menjadi panik. Bahkan dua orang pastor mengharuskan dirinya untuk datang ke lokasi konflik karena mendapat kabar ada warga yang terjebak saat rumahnya dibakar kelompok separatis.

“Saya sangat menyayangkan konflik seperti ini terjadi di Sugapa. Kontak senjata yang terjadi sudah membuat masyarakat menjadi kesusahan, mereka sangat ketakutan. Saat ini masyarakat adalah korban dari konflik yang terjadi,” ungkap Pastor Frans Sondegau.

Pastor Frans, pasca kejadian tersebut berharap jika jangan pernah ada lagi peristiwa pembakaran dan konflik berkepanjangan yang kembali terjadi.

“Jangan ada lagi gangguan keamanan di Intan Jaya, kami disini ingin hidup dengan damai, beraktivitas seperti biasa. Tidak ada lagi pihak yang paling menderita kecuali masyarakat itu sendiri,”

Filipus Sondegau sebagai salah seorang warga Bilogai mengungkapkan bahwa keberadaan kelompok separatis sudah sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Kebiadaban kelompok spearatis dalam melakukan aksi-aksinya dianggap sudah tidak pandang bulu.

“Kita tidak bicara pendatang ataupun orang asli (Papua), semua bisa menjadi korban dari kelompok separatis ini. Makanya sekarang ini semua orang menjadi takut, semua berlarian untuk menyelamatkan diri,”

Filipus menambahkan jika saat ini warga yang ketakutan harus mengungsi ke Gereja Katolik Santo Misael dan pos-pos keamanan TNI Polri. Dirinya menambahkan sempat mengaku khawatir akibat adanya pengungsian dalam jumlah besar tersebut, sbeab hal tersebut dianggapnya akan membawa dampak lain.

“Kami masyarakat tidak punya apa-apa, kalau ada kacau, kami hanya bisa berlari dan mengamankan diri. Sekarang banyak yang lari ke gereja, ada juga beberapa di pos kemanan. Kami disini hanya bisa berharap agar tidak ada lagi kacau,”

0 komentar:

Posting Komentar