Jumat, 29 Oktober 2021

Penembakan Dua Warga Sipil oleh Kelompok Separatis Sudah Terencana


Tokoh senior Papua mengungkapkan sudut pandangnya atas penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan oleh kelompok separatis di Kabupaten Intan Jaya. Frans korwa dalam penuturannya mengatakan bahwa aksi penembakan dua orang anak-anak adalah kebiadaban yang sudah terencana.

Hal lain yang semakin mempertegas, menurut Korwa adalah ketika kelompok separatis justru melempar klaim jika korban ditembak oleh aparat TNI Polri.

“Saya dalami bagaimana saling lempar tuduhan itu terjadi. Saya sepakat kalau aksi penembakan dua warga sipil itu sudah direncanakan oleh kelompok separatis,”

Korwa lantas merunut peristiwa lalu dimana seorang tenaga medis harus meregang nyawa lantaran aksi biadab kelompok separatis. Atas peristiwa tersebut Korwa menjelaskan bahwa kubu separatis sudah sangat terpojokkan dan tidak bisa membela diri. Sehingga hal tersebut yang mendorong terjadinya tuduhan terhadap TNI-Polri atas penembakan dua orang anak.

“Kemarin dunia internasional sudah mengecam aksi mereka, karena tidak bisa lagi membela diri akhirnya mereka cari cara lain supaya TNI-Polri juga ikut disalahkan dengan kasus serupa. Padahal kita semua tahu fakta sebenarnya, memang mereka sendiri yang melakukan itu,”

Atas pernyataan Korwa, salah seorang kerabat korban di Sugapa, Intan Jaya, telah membenarkan jika Nopelinus Sodegau dan Yoakim Majau ditembak oleh kelompok separatis. Menurut Manuel Sondegau, korban terkena peluru nyasar dari kelompok separatis yang sedang melakukan kontak senjata dengan aparat TNI Polri.

“Pertama kejadian karena ada serangan ke Koramil dan Polsek, anggota langsung melakukan balasan memang. Posisi korban yang saat itu berada diluar rumah tiba-tiba kena peluru nyasar, arahnya juga dari gunung,”

Pernyataan Sondegau sebelumnya tentu telah mempertegas tentang siapa pelaku penembakan terhadap dua orang warga sipil. Dirinya juga mengatakan jika keberadaan kelompok separatis di Sugapa sudah membawa pengaruh buruk terhadap situasi keamanan dan kondisi di masyarakat.

“Kami warga Sugapa tidak pernah mau sibuk dengan konflik (senjata) ini, kehidupan kami dulu nyaman saja, tapi sekarang mau beraktivitas (kami) sudah takut karena ancaman dari kelompok separatis,”

0 komentar:

Posting Komentar