Jumat, 15 Oktober 2021

Pengakuan Warga Kiwirok, KKB Perkosa Suster Sebelum Dibunuh dan Dibuang


Kabar terkait pembakaran markas Kelompok Kriminal Bersenata (KKB) di Distrik Kiwirok diragukan kebenarannya. Salah seorang warga Kiwirok, Merinus Uropmabin mengungkapkan terkait situasi di distriknya memang sempat mencekam, namun hal tersebut terjadi ketika KKB melakukan aksi penyerangan terhadap tenaga Kesehatan pada 13 September 2021.

“Sekarang tidak ada penyerangan, Kiwirok sudah mulai berangsur baik. Kalau kejadian kacau itu hanya kemarin waktu KKB menyerang Puskesmas. Untuk sekarang tidak ada,”

Dalam keterangannya Merinus mengaku sangat berharap agar kondisi di Distrik Kiwirok dapat segera pulih seperti sedia kala, oleh sebab itu dirinya menolak terkait segala informasi yang tidak benar. Masyarakat disebutkan menginginkan untuk segera bisa beraktivitas seperti dulu tanpa takut akan terjadi konflik.

“Jangan membuat kekacauan lagi di Kiwirok. Kami masyarakat sudah malas dan mau beraktivitas seperti dulu. Justru kami sekarang sangat berharap supaya pemerintah bisa meningkatkan penegakan hukum terhadap kelompok Lamek Alipki Taplo,”

Penduduk Kiwirok disampaikan oleh Merinus, sempat merasa khawatir karena aksi penyerangan anggota Lamek Taplo. Hal tersebut diungkapkannya sebab pada saat terjadi penyerangan KKB mulai menuduh warga sebagai bagian dari musuh mereka.

“Tentu kami takut, KKB sudah mulai menuduh warga kampung. Kami ini tidak bisa berbuat apa-apa, makanya kami berharap TNI-Polri segera amankan. Bahkan beberapa dari warga itu sempat mengungsi karena diancam akan dibunuh,”

Merinus juga mengaku sempat menyaksikan aksi penyerangan kkb terhadap tenaga medis di Puskesmas Kiwirok sebelumnya. Marinus membenarkan jika kelompok Lamek Taplo telah melakukan pembunuhan bahkan pemerkosaan.

“Saya lihat kejadian itu, awalnya ada suara tembakan, situasi mulai panik. Semua berlarian untuk kabur. Disitu saya lihat ibu suster diperkosa, dipukuli. Sebelum dibuang ke jurang kondisi ibu suster sudah tidak memakai pakaian,”

0 komentar:

Posting Komentar