Minggu, 24 Oktober 2021

Ribuan Warga 4 Distrik di Pegubin Terdampak Aksi Teror KKB


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah terdesak dari persembunyiannya pasca rentetan aksi teror di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin). Lamek Taplo yang merupakan pimpinan KKB di wilayah Pegubin tersebut dikabarkan juga telah membakar sejumlah kampung di empat distrik.

Diketahui empat distrik yang terdampak aksi teror KKB diantaranya adalah Kiwirok, Oklib, Okyob, dan Okika. Menurut salah seorang tokoh pemuda asal Kiwirok, Yulian Uropmabin bahwa KKB sengaja melakukan pembakaran kampung untuk mengelabuhi upaya aparat keaman TNI-Polri. (24/10)

“Total semua ada 4 distrik, dan yang terakhir itu aksi pembakaran rumah-rumah warga. Ini sengaja mereka lakukan karena aparat sudah tahu keberadaan KKB, mungkin untuk mengelabuhi,”

Yulian juga menuturkan jika KKB sempat mendiami kampung dalam beberapa hari. Dirinya juga bersaksi jika keberadaan KKB di kampungnya sudah membuat ketakutan dan keresahan bagi warga. Dirinya bahkan sudah menduga jika kedatangan KKB akan memperpanjang masalah.

“Mereka datang dan ada disini beberapa hari. Saat itu juga warga sudah mulai takut, mereka resah. Karena kedatangan KKB pasti akan membawa pengaruh lain, secara tidak langsung akhirnya warga yang akhirnya terdampak, buktinya saat ini ada beberapa dari kami yang harus mengungsi,”

Yulian dalam keterangannya juga mengatakan jika KKB memaksa agar dilayani, beberapa warga harus menyerahkan babi dan bahan makanan. Hal tersebut dilakukan KKB bahkan dengan ancaman kekerasan menggunakan senjata.

“Benar kalau mereka minta dilayani, ada yang minta babi, ada yang minta bahan makanan. Kalau tidak dikasih mereka akan marah, kami juga takut karena mereka datang menggunakan senjata,”

Pasca aksi pembakaran yang dilakukan oleh KKB, disebutkan oleh Yulian bahwa ada ribuan warga dari empat distrik yang terdampak akhirnya harus menyelamatkan diri ke hutan. Tak hanya itu dirinya mengatakan bahwa beberapa keluarga mengungsi hingga ke perbatasan Papua Nugini.

“Karena merasa sangat takut lantaran KKB terus memaksa warga, akhirnya beberapa dari kami mulai meninggalkan kampung. Ada juga yang sampai ke perbatasan PNG. Total dari kekacauan yang diakibatkan KKB ini mungkin ada ribuan, paling banyak mereka pindah ke Oksibil (Ibukota Kabupaten),”

0 komentar:

Posting Komentar