Jumat, 15 Oktober 2021

Sangat Biadab, Perbuatan Kelompok Lamek Taplo Lebih Keji Dari Binatang


Hanya Tuhan Yang Akan Menghukum Perbuatan Iblis

Peristiwa penyerangan dan pembunuhan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas di pedalaman kwirok, kabupaten pegunungan Bintang belum bisa hilang dibenak kita, peristiwa ini sangat menyakiti setiap orang yang mendengar dan mengetahui perbuatan iblis ini.

Tentunya orang yang mengetahui peristiwa ini tidak akan pernah tidur nyenyak selama dia memyimpan atau menyembunyikan pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di kwirok.

Selaku umat manusia yang yakin dengan keberadaan Tuhan yang akan membalas setiap perbuatan dosa umatnya, maka saya pun akan menyampaikan peristiwa yang terjadi beberapa bulan lalu yang menimpa tenaga kesehatan di Kiwirok.

Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban saya kepada Tuhan, karena saya telah mendengar dan mengetahui pengakuan dari kerabat saya di kwirok (maaf saya tidak menyebutkan namanya demi keamananya di kwirok).

Sebelum kejadian, kerabat saya mengetahui adanya rencana pembunuhan terhadap pendatang (bahasanya lamek taplo yaitu semua rambut lurus), hal ini sudah disampaikan kepada pihak aparat yang bertugas di sana, makanya sebelum kejadian aparat TNI dan Polri melakukan patroli dan himbauan kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati.

Namun tidak diduga penyerangan awal ke puskesmas, karena dianggap puskesmas dan tenaga kesehatan tidak akan diganggu oleh Lamek Taplo karena mereka sering membantu masyarakat bahkan sering memberi pengobatan kepada kelompok Lamek Taplo dan anak buahnya yang mengalami sakit.

Awal kejadian Lamek Taplo dan anak buahnya masuk ke mess tenaga kesehatan, hanya beberapa orang yang masuk (kerabat saya kenal mereka, mereka masih muda, bahkan ada anak dari pimpinan pelaku penyerangan). Tidak lama kemudian mereka keluar dari mess sambil berjalan dengan menodongkan senjata kepada tenaga kesehatan wanita yang saat itu sudah dalam keadaan telanjang.

Mereka dibawa ke belakang kemudian disuruh tidur (terlentang), ada satu yang terlihat dipukul-pukul mukanya dan badannya, suaranya sangat terdengar minta ampun sambil menangis, ada suara juga yang mengatakan "kenapa ko lakukan ini, selama ini kita sering beri bantuan dan obat" itu juga sambil menangis. Ada suara minta tolong sambil menjerit, tapi siapa yang mau tolong, bisa-bisa masyarakat yang juga dibunuh.

"Mendengar pengakuan kerabat saya ini, tidak bisa saya membayangkan betapa rasa sakit dan takut pada saat itu, mata saya langsung berkaca, membayangkan pemukulan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh kelompoknya Lamek Taplo, bagaimana kalau itu menimpah kepada saudara atau keluarga kita"

Lebih lanjut kerabat saya menceritakan, setelah itu melihat tenaga kesehatan tersebut ditarik dan didorong ke arah jurang dalam kondisi menangis dan telanjang, disitu dia (kerabat saya) sudah tidak tau lagi kondisi dari ketiga tenaga kesehatan tersebut.

Kemudian tidak begitu lama terlihat beberapa bangunan terbakar dan ada suara bunyi tembakan, apakah itu suara tembakan dari pos TNI atau dari kelompoknya Lamek Taplo, dia tidak tau pasti.

Dari penyampaian kerabat saya ini, membuktikan kalau mereka kelompok dari Lamek Taplo sangat biadab dan keji seperti binatang, menyiksa, menelanjangi, memperkosa dan kemudian dibunuh dengan cara membuang ke jurang.

Kerabat saya mengatakan, dia merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa-apa, namun dia merasa lebih berdosa lagi kalau hal ini disembunyikan.

Tuhan pasti akan membalas setiap pebuatan biadab dan keji dari Lamek Taplo.

Pegunungan Bintang, 15 Oktober 2021

Septinus Uopka

0 komentar:

Posting Komentar