Selasa, 19 Oktober 2021

Socratez Yoman Puji PON Papua, “Tidak Tahu Malu”


Pasca penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua banyak pihak melontarkan pujian karena dinilai sukses dan berhasil. Suksesnya PON walhasil mematahkan anggapan beberapa pihak yang sebelumnya sempat meragukan perhelatan akbar dalam tingkat nasional tersebut. 

Socratez Yoman dalam laman media sosialnya menyebut jika pelaksanaan PON yang sukses adalah bukti mampunya orang Papua. Namun sebelumnya, Georg Wilhelm Friedrich Hegel seorang filsuf asal Jerman pernah mengungkapkan jika kontradiksi adalah munculnya alasan atas keterbatasan pikiran.

“Waktu yang akan membuktikan bagaimana Socratez mengais kehidupannya dengan cara-cara yang buruk, sekarang hal itu terbukti. Lihatlah dua sisi pemikiran Socratez yang bertolak belakang terkait penyelenggaraan PON,” ungkap salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa.

Socratez menyebut jika pelaksanaan PON tidak memberi manfaat bagi orang Papua, bahkan dirinya menyinggung persoalan keamanan, gamabaran kesejahteraan orang Papua, atau bahkan isu rasial pun sempat dilontarkannya untuk menolak penyelenggaraan PON. Namun saat ini Socratez malah menyebut jika PON adalah bukti jika orang Papua mampu.

“Memang sebenarnya orang Papua itu diberkati untuk bisa melakukan apa saja, masalahnya dari dulu orang Papua seakan dibungkam. Orang Papua yang mau maju malah diancam, diteror, dijauhi oleh komunitasnya. Mereka kelompok-kelompok anti pemerintah tidak mau Papua maju, termasuk Socratez sendiri,”

Socratez dianggap tidak punya rasa malu ketika mengklaim sepihak atas suksesnya PON Papua yang telah digelar pada awal Oktorber 2021 ini. Tak hanya itu, Korwa juga menyebutkan jika kelompok-kelompok anti pemerintah seperti halnya Socratez Yoman, masih jauh terbelakang dan tidak mampu membawa Papua dalam kesejahteraan di masa yang akan datang.

“Socratez itu manusia tidak tahu malu, setelah sukses PON itu dilaksanakan, baru dia mengklaim dengan berbagai alasan. Padahal apa kontribusinya selain menolak pada awal rencana diadakan PON? Kelompok-kelompok seperti mereka itu tidak akan mampu membawa kesejahteraan bagi Papua,”

Korwa menegaskan jika orang Papua secara mayoritas sudah mengenal arti mengisi kemerdekaan dalam jiwa nasionalisme yang sejati. Keriuhan masyarakat dalam antusiasme mendukung kesuksesan PON telah membuktikan jika orang Papua mendambakan segala bentuk kemajuan yang selama ini dihambat oleh kepentingan-kepentingan kelompok anti pemerintah.

0 komentar:

Posting Komentar