Rabu, 17 November 2021

13 Tahun Berdiri, Mantan Aktivis Prediksikan KNPB Hancur Beberapa Tahun Lagi


KNPB sebagai salah satu organisasi pergerakan di Papua belakangan banyak mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah seorang mantan aktivis Papua yang dahulu merupakan anggota KNPB angkat suara jelang hari ulang tahun ke tiga belas organisasi tersebut.

Yondison Pabika menuturkan jika perayaan HUT KNPB justru lebih baik tidak perlu diadakan karena hanya bersifat seremonial semu. Dirinya menambahkan jika tiga belas tahun kebedaraan KNPB belum nyata memberi pengaruh bagi perjuangan. (18/11)

“Untuk apa dilakukan kalau hanya bersifat seremonial, saya anggap kalau perayaan itu memang bisa memberikan dorongan bagi orang-orang di KNPB sekarang, namun itu belum cukup karena yang dibutuhkan adalah kesadaran dan aksi nyata, sudah tiga belas tahun apa yang didapat sekarang?”

Alih-alih menjadi organisasi yang semakin matang, KNPB dianggap Yondison sebagai organisasi yang hanya berjalan sesuai kemauan para ketua-ketuanya. Bahkan dirinya lebih memilih menyebutkan jika KNPB sudah mengalami masa surut dan kemunduran.

“Tentu masa KNPB sekarang dan dulu sudah sangat berbeda, yang terlihat sekarang ini justru kemunduran, karena KNPB dengan nama besarnya sudah diisi oleh orang yang tidak lagi berkompeten,”

Menurutnya jabatan pada petinggi-petinggi dalam KNPB sudah diracuni oleh kepentingan kelompok tertentu, Yondison mengatakan nepotisme dalam tubuh KNPB adalah proyeksi kehancuran organisasi tersebut dalam beberapa tahun kedepan.

“Kalau organisasi yang mengatasnamakan rakyat Papua sudah diisi oleh orang-orang sendiri, maka tujuan akhirnya akan berubah. Kalau hal seperti ini terus terjadi maka siap-siap saja KNPB akan hancur dalam beberapa tahun kedepan,”

Disinggung tentang kebolehan KNPB dimasa lalu, Yondison mengatakan jika KNPB saat ini hanya sebatas ajang berkumpul anak-anak muda yang mencari kesenangan.

“Jadi anak-anak muda sekarang ini hanya mau cari senangnya saja, mereka merasa hebat kalau bisa bergabung dengan KNPB. Kalau ditelusuri dimana faktor salahnya, maka kembali lagi kepada mereka para pemimpinnya. Fungsi mereka seharusnya memberi pemahaman, dan hal seperti itu yang tidak terjadi sekarang ini,”

0 komentar:

Posting Komentar