Senin, 08 November 2021

Benny Wenda Adalah Kapitalis Internasional Yang Menipu Bangsa Papua


Oleh: Jeffrey Bomanak

Ada dua model pergerakan Papua merdeka saat ini yang harus diketahui oleh bagsa dan rakyat Papua. Yang pertama adalah OPM TPNPB yang masih konsisten dengan dasar konstitusi 1 Juli 1961, yang kedua adalah ULMWP dengan meodel kapitalis memcari keuntungan semata.

ULMWP merupakan kelompok organisasi yang baru lahir (organisasi kesiangan) yang ikut - ikutan, kelompok ini tidak memiliki prinsip, integritas ataupun ideologi. Mereka mencoba mengambil simpati untuk mengalahkan eksistensi TPNPB OPM.

Hari ini, Benny Wenda atas nama ULMWP dengan mengatakan negara west Papua memiliki visi mendukung negara hijau atau Green State Vision yang digelar di London.

"Jangan Ko Mimpi, Bangun Dari Tidur Benny Wenda!" Itu yang harus saya katakan kepada ULMWP. Dia (Benny Wenda) selalu memberikan harapan-harapan palsu kepada rakyat Papua.

Program negara hijau yang diprakasai oleh Amerika dan Eropa sudah terlebih dahulu dilakukan yang dihadiri oleh Jokowi. Sekarang Benny Wenda ikut-ikutan untuk membuat visi tersebut. West Papua belum punya negara, kita masih dalam status berjuang merdeka, karena hingga saat ini kita masih teriak, Papua Merdeka!... Papua Merdeka!.. kalau itu masih kita dengar berarti kita belum punya negara.

Jika rakyat teriak merdeka, mereka (ULMWP dan kelompok baru lahir) juga ikut teriak merdeka, mereka semua hanya mencari keuntungan semata. PON contohnya, mereka makan uangnya melalui KNPB. Otsus juga mereka diam-diam makan milyaran rupiah atas nama Papua merdeka.

Mereka kelompok yang baru lahir telah menghancurkan dasar-dasar perjuangan bangsa Papua dengan membentuk organisasi sipil dan militer baru serta UU sementara, padahal tahap perjuangan kita belum mencapai kemerdekaan dan belum ada negara.

TPNPB OPM menyadari ULMWP dan kelompok baru lahir telah diboncengi oleh kepentingan kapitalis barat hanya untuk kepentingan keluarga, suku, uang, kesempatan, pujian, desakan, emosional, dendam dan lain-lain.

Sumber: Media TPNPB OPM

0 komentar:

Posting Komentar