Rabu, 03 November 2021

Buchtar Tabuni Minta Jeffrey Bomanak Diam Kalau Tidak Tau Visi Negara


Ulmwpnews.id

Baca: Besok Benny Wenda Deklarasikan Green State Vision di Inggris.

3/11/21 11:41

Buchtar Tabuni selaku ketua legislatif ULMWP minta ketua TPNPB OPM Jeffrey Bomanak untuk tidak berkoar-koar di media sosial terkait penolakannya tentang Green State Vision.

"Jeffrey Bomanak sebaiknya diam kalau tidak tau betul tentang visi negara yang digagas oleh presiden Benny Wenda."

Hal ini ditegaskan Buctar Tabuni saat dilakukan pertemuan terbatas biro politik ULMWP di kediamannya di kamwolker waena, kemaren siang, terang salah satu anggota ULMWP yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Buchtar dilaporkan kalau Jeffrey Bomanak menghasut rakyat Papua untuk menolak Green State Vision dan menghujat kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh ULMWP, mendengar laporan itu Buchtar langsung menghubungi Jeffrey melalui telepon seluler.

"Sebagai pejuang kemerdekaan west Papua seharusnya tuan ketua TPNPB OPM mendukung deklarasi Green State Vision yang bertujuan untuk mendapatkan simpati dari negara-negara luar, kenapa sebaliknya tuan mengumumkan untuk menolak?, Kalau tuan tidak tau visi dan misi dari pemerintahan sementara lebih baik diam, jangan melakukan propaganda-propaganda yang merugikan rakyat Papua Barat"

Itu yang disampaikan oleh tuan Buchtar kepada Ketua TPNPB OPM, tuan Buchtar juga menyebutkan kalau Ketua TPNPB OPM saat ini sudah tidak digunakan lagi oleh Tuan Benny Wenda, karena TPNPB OPM sering melakukan aksi-aksi yang bertolak belakang dengan diplomatik ULMWP di PBB.

Bahkan, mulai tanggal 1 Desember nanti semua bentuk perjuangan akan diambil alih oleh Benny Wenda, dan kendali komando hanya dibawah pimpinan Benny Wenda. Beberapa pos-pos anggaran sudah diberikan kepada masing-masing departemen kecuali TPNPB OPM.

Buchtar juga menyebutkan kalau informasi Jeffrey Bomanak sudah mengusir pasukannya Mathias Wenda itu tidak benar, karena sampai hari ini pasukan WPA dan TRWP masih berada di markas Victoria.

"Kedepan markas besar Victoria akan dikuasai oleh WPA dan dikendalikan oleh Mathias Wenda," terang Buchtar.

sumber: Media Ulmwp

0 komentar:

Posting Komentar