Jumat, 19 November 2021

Generasi Muda Papua Pilih Berinovasi, Organisasi KNPB Mulai Ditinggalkan


Ketua umum knpb menganggap ada perubahan dalam kecenderungan generasi muda yang menghindar dari organisasi-organisasi berlatar belakang perjuangan pembebasan Papua. Dalam sebuah pertemuan tertutup yang juga dihadiri Steven Itlay sebagai Ketua KNPB Timika, agus mengatakan jika anak-anak Papua mulai tidak tertarik dengan KNPB.

Agus Kossay mengatakan bahwa karakteristik anak muda sebagai penopang KNPB sekarang telah berbeda jika dibandingkan dengan kondisi dahulu, menurutnya anak-anak muda saat ini lebih memikirkan tentang masa depan untuk kesejahteraan.

“KNPB adalah organisasi yang banyak anak-anak muda didalamnya, antara pemuda dan KNPB tidak bisa dipisahkan begitu saja. Tapi akhir-akhir ini saya cukup khawatir karena ada karakter yang berbeda dari anak zaman dulu dengan sekarang,”

Faktor lain yang dipercaya Agus Kossay sebagai bentuk hambatan bagi KNPB adalah krisis kepercayaan. Dirinya mengakui jika selama masa jabatannya sebagai Ketua Umum, selalu ada intervensi kepada KNPB yang dilakukan oleh beberapa kelompok. Hal tersebut yang membuat anggapan jika pergerakan KNPB dianggap tidak murni lagi.

“Mungkin mereka terpengaruh dan menganggap arah perjuangan KNPB sudah tidak murni lagi. Memang selama saya menjabat sebagai ketua, banyak sekali intervensi yang terjadi, kekuatan itu sangat besar, ini harus saya sampaikan,”

Meski demikian, Agus Kossay menganggap jika dirinya tidak bisa memaksakan dinamika yang terjadi. Regenerasi bagi KNPB memang perlu dilakukan, namun setiap keputusan adalah tanggung jawab setiap personal.

“Kita tidak bisa memaksakan karena mereka yang menentukan jalan hidup masing-masing, bicara soal masa depan itu juga keputusan yang sifatnya sangat personal, saya lebih menganggap yang terjadi sekarang ini sebagai dinamika yang biasa terjadi,”

Lebih lanjut, Agus Kossay bahkan tidak bisa menampik jika sektor bisnis terlihat sangat menarik bagi generasi penerus di Papua. Hal tersebut diungkapkannya melihat begitu menjamurnya unit usaha mikro yang dijalankan oleh anak-anak Papua.

“Sekarang setelah mereka lulus kuliah banyak yang kembali ke Papua untuk berbisnis. Memang dunianya sudah berbeda, mereka bisa berinofasi. Bisa dibilang ini adalah kemajuan tapi juga tentu mulai membangkitkan rasa dilema,”

0 komentar:

Posting Komentar