Kamis, 04 November 2021

Green State Vision Sulut Kemarahan KNPB

 





Tokoh organisasi sipil KNPB wilayah Timika, Yanto Dabior Awerkion dalam keterangannya menyatakan jika pihaknya menegaskan telah menolak aksi propaganda yang dilakukan oleh ULMWP terkait kampanye Green State Vision. Menurutnya upaya tersebut adalah salah satu cara yang sengaja dilakukan untuk menghancurkan perjuangan bagi Papua.

“Kita harus waspada dengan aksi yang tiba-tiba datang. Seperti yang terjadi sekarang, Green State Vision itu tentang apa, tidak ada kepentingan yang mendesak. Ini hanya upaya dari pihak lawan untuk mengacaukan perjuangan Papua,”

Green State Vision yang dibawa oleh ULMWP dianggap oleh KNPB Timika bukan sebagai aksi perjuangan yang murni lahir dari keinginan rakyat Papua.

“Orang Papua tidak ada yang tahu maksud dari Green State Vision. Itu artinya hanya kepentingan lain yang sedang menumpangi. Aksi itu buka lahir dari keinginan rakyat Papua,”

Yanto Awerkion juga menyebutkan jika Benny Wenda adalah pihak yang dicurigainya ada dibalik kampanye Green State Vision. Menurutnya status dan keberadaan Benny Wenda yang berada di luar negeri sudah dianggap tidak lagi bisa memahami kondisi di Papua.

“Di luar negeri dia sudah berapa tahun lamanya, sudah beranak-pinak dan lupa dengan Papua. Dia tidak lagi tahu bagaimana kondisi di Papua secara nyata. Lama sekali dia berada di Inggris, tentu ada kemungkinan pengaruh dari pihak asing itu masuk,”

Yanto Awerkion mengungkapkan jika ada urgensi yang lebih harus cepat diselesaikan. Hal tersebut dikatakan Yanto adalah peristiwa kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya.

“Apakah Benny Wenda tahu situasi di Intan Jaya sekarang, itu lebih urgent dan harus segera diselesaikan. Bukan malah membuat perkara lain yang cuma membuat kacau situasi, jangan sampai sesama orang Papua baku tuduh,”

0 komentar:

Posting Komentar