Kamis, 11 November 2021

Ketua BEM: Mahasiswa Boleh Menyampaikan Aspirasi, Tetapi Tidak Turun Ke Jalan


Sayap organisasi separatis di Papua yang diketahui kerap membuat aksi-aksi yang merugikan ketertiban umum telah menyasar kalangan mahasiswa sebagai tameng dalam melancarkan setiap aksi dan propagandanya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih, Yops A. Itlay, mengatakan suatu kekhawatiran tersendiri baginya. Dirinya menilai jika tujuan utama mahasiswa untuk belajar harus terkesampingkan dengan hadirnya kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan separatis. (12/11)

“Tujuan utama teman-teman datang itu untuk belajar supaya menjadi insan terdidik, tapi memang tidak bisa dipungkiri kalau kalangan mahasiswa yang diisi anak-anak muda kerap dimanfaatkan banyak pihak. Akhirnya tujuan utama para mahasiswa untuk belajar kadang terlupa,”

Yops Itlay saat dikonfirmasi menyebutkan jika banyak mahasiswa yang akhirnya harus terjerumus karena sibuk dengan urusan dan aksi-aksi separatis. Hal tersebut diakuinya sebab sekali mahasiswa terlibat dalam aksi tersebut maka akan susah untuk keluar dan meninggalkannya, sebab para mahasiswa sering kali mendapatkan ancaman.

“Kita sebagai mahasiswa harus cermat dalam memilih, tentu kita sudah tahu mana hal baik dan buruk. Kalau sudah terjerumus maka akan susah untuk lepas, karena memang ada ancaman disana. Bahkan yang paling parah, aksi-aksi bullying pernah terjadi kepada setiap mahasiswa yang menolak, meraka akan dikucilkan dari kelompoknya,”

Hal tersebut diperparah dengan kondisi mahasiswa yang banyak berasal dari luar daerah Jayapura, sehingga tidak ada kontrol utama dari keluarga. Meski dirinya tidak membatasi ruang atas setiap ekspresi diri dari mahasiswa dalam berorganisasi, namun Yops menegaskan masih banyak organisasi lain yang lebih bisa dimanfaatkan untuk terus mengembangkan potensi diri.

Yops Itlay diketahui menolak setiap aksi-aksi KNPB yang kerap mengatasnamakan mahasiswa, dirinya menilai jika mahasiswa hanya dimanfaarkan untuk kepentingan dan politik praktis kelompok separatis. Dirinya justru meminta kepada teman-teman mahasiswanya untuk bijak dalam berorganisasi, mengingat tujuan utama mahasiswa adalah belajar.

“Bisa saja berorganisasi, itu bagus untuk mengembangkan potensi diri. Tapi yang perlu disadari adalah melihat organisasi apa yang akan dituju. Kalau berorganisasi tapi bersinggungan dengan undang-undang dan mengganggu keamanan, itu sudah tidak benar. Akhirnya akan merugikan diri sendiri juga orang lain,” tuturnya.

0 komentar:

Posting Komentar