Minggu, 21 November 2021

Ketua OPM: ‘Gembala’ Socratez Yoman Pegawai bagi Benny Wenda dan ULMWP


Pergerakan pembebasan Papua diketahui tidak hanya dilakukan oleh milisi separatis melainkan juga sudah menyasar pada kelompok-kelompok agamawan. Menurut salah seorang Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak, dirinya menyebutkan bahwa Socratez Yoman adalah salah satu tokoh yang sentral memperjuangkan nama Papua lewat jalur keagamaan.

Namun pernyataan Jeffrey adalah sebuah krititak keras kepada Socratez, menurutnya Socratez adalah seseorang yang telah menjual agama untuk kepentingan kelompok tertentu. Jeffrey menyebutkan jika Socratez sedang bekerja demi upaya yang sedang digencarkan oleh Benny Wenda dan ULMWP.

“Socratez dia memang seorang gembala, tapi yang menjadi fakta lain adalah dia sebagai seorang pegawai. Ini memang benar terjadi karena dia sedang bekerja untuk Benny Wenda dan ULMWP tentunya. Namun yang saya sayangkan adalah pekerjaan yang dilakukannya harus menjual simbol-simbol agama,”

Menurut Jeffrey, Socratez Yoman seakan dibayar oleh Benny Wenda dan ULMWP untuk terus melakukan aksi demi melancarkan propaganda. Jeffrey merasa hal tersebut sangat tidak layak mengingat Socratez harus mengesampingkan kesucian agama.

“Dia dibayar untuk melakukan propaganda dan mempengaruhi banyak orang, termasuk pada jemaatnya sendiri. Beberapa poin yang sangat penting dan seharusnya tidak boleh dikesampingkan adalah ajaran suci dalam agama, jangan kotori dengan siasat-siasat dan kepentingan,”

Socratez bersama sejumlah tokoh lain yang bernaung dalam paying Dewan Gereja Papua disebutkan oleh Jeffrey Bomanak sebagai salah satu ancaman tersendiri yang tidak banyak disadari oleh orang-orang Papua.

“Muara dari aksi yang diperlihatkan oleh Socratez bersama orang-orang di Dewan Gereja adalah ancaman, bahkan sangat-sangat mengancam, apalagi tidak banyak orang Papua yang memahani hal ini, semua terbuai karena aksinya dibalut dengan ajaran agama,”

Jeffrey menyebutkan jika orang Papua harus mulai sadar dan peka untuk melihat Socratez Yoman dalam menjalankan aksi-aksinya. Dirinya menegaskan jika orang Papua bisa saja terjerumus jika tidak bisa menyikapi dengan pikiran terbuka.

“Harus orang Papua itu sendiri yang sadar, Socratez sudah terlalu jauh membawa ajaran agama untuk kepentingan ULMWP. Kalau orang Papua masih berdiam diri, maka bersiap-siap saja untuk terjerumus dan tidak bisa kembali lagi karena sudah dibutakan dengan propaganda atau semacamnya,”

0 komentar:

Posting Komentar