Selasa, 09 November 2021

Ketua OPM Minta Agus Kossay Silahkan Tinggalkan KNPB Daripada Jadi Mata-Mata


Daylipng.nz

KNPB Hilang Arah, Buchtar Tabuni Dituduh Sebagai Otak Kekacauan

10/121 10:15

Lemahnya perjuangan KNPB saat ini, disebabkan adanya campur tangan Buchtar Tabuni dan kolonial Indonesia yang mengajak Agus Kossay selaku ketua umum KNPB pusat untuk meninggalkan KNPB. Hal ini disampaikan Jeffrey Bomanak pada Selasa 9/11.

Jeffrey Bomanak yang merupakan ketua OPM TPNPB telah mengetahui tindakan Agus Kossay yang mencoba untuk menghambat pergerakan KNPB.

"Saya sudah ketahui Agus Kossay tidak sepenuhnya mendukung perjuangan KNPB lagi, dia sudah bekerjasama dengan Buchtar Tabuni untuk bergabung dengan ULMWP," terang Jeffrey melalui catt Wanya.

Selain itu menurut Jeffrey, Agus Kossay juga sudah terhalang dan bekerjasama dengan pihak keamanan intelijen Indonesia, berdasarkan laporan dari anggota KNPB sendiri bahwa Agus Kossay telah membocorkan pertemuan khusus mereka kepada pihak intelijen Indonesia.

Pertemuan khusus yang disebutkan yaitu rapat di anjungan pariwisata waena yang saat berjalannya rapat, pihak intelijen mendatangi dan membubarkan pertemuan tersebut.

"Dari informasi KNPB, kehadiran intelijen Indonesia pada saat rapat tersebut menyebutkan kalau Agus Kossay telah menghubungi pihak intelijen sebelumnya," teriang Jeffrey.

Saat intelijen Indonesia ke dalam anjungan expo, Agus hanya berpura-pura kaget saja, supaya tidak dicurigai oleh yang lain.

Tapi semua yang dilakukan Agus sudah diketahui dan beberapa anggota KNPB  menyatakan kalau mereka sudah tidak akan peduli lagi dengan Agus Kossay, karena mereka sudah mengetahui Agus Kossay ternyata sengaja dipasang oleh ULMWP untuk menghancurkan KNPB.

Untuk itu, selaku Ketua TPNPB OPM yang masih murni berjuang sesuai konstitusi 1 Juli, Jeffrey meminta silahkan Agus Kossay untuk meninggalkan KNPB daripada menghancurkan perjuangan rakyat.

"Mungkin menurut Agus ULMWP lebih baik terutama masalah ekonomi daripada di KNPB, silahkan saja bergabung dengan Buchtar, namun komando perjuangan Papua barat tetap berada dibawah kendali TPNPB OPM, bukan ULMWP," tulis Jeffrey

0 komentar:

Posting Komentar