Senin, 29 November 2021

RMB: 1 Desember, Janji Belanda yang Gagal


Aksi pembebasan Papua tidak serta-merta berjalan mulus, bahkan pertentangan antar kelompok yang notabene mengungsung misi yang sama masih terus terjadi pasang-surut. Kelompok Republik Melanesia Barat pun angkat suara terkait peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan bagi Papua. (30/11)

Herman Wanggai sebagai salah seorang tokoh perjuangan mengungkapkan bahwa setiap pergerakan yang dikaitkan dengan Bendera Bintang Kejora adalah sebuah kekeliruan yang terjadi sejak puluhan tahun. Menurutnya lambang Bintang Kejora penuh muatan politik asing dan tidak mencerminkan semangat pergerakan oleh orang Papua sendiri.

“Bintang Kejora adalah simbol yang penuh dengan muatan politik kepentingan, kalau dilihat dari sejarahnya maka Bintang Kejora hanya sebagai alat yang diciptakan oleh pemerintahan Belanda puluhan tahun lalu, dan seharusnya tidak ada kebanggaan didalamnya karena tidak mencerminkan semangat pergerakan dari orang Papua,”

Herman lantas menyindir aktivis pergerakan pembebasan Papua yang getol dengan simbol Bintang Kejora, menurutnya jika hal tersebut terus dilakukan maka seharusnya kelompok tersebut mendesak kepada pemerintahan Belanda.

“Kalau memang Bintang Kejora yang diinginkan, maka minta kepada pemerintah Belanda, jangan kepada PBB atau organisasi dunia lainnya. Sebab 1 Desember adalah janji pemerintah Belanda yang pada akhirnya gagal dilakukan,”

Aktivis Papua yang saat ini tinggal di Amerika tersebut mengatakan jika pergerakan yang dilakukan hanya akan sia-sia karena terbentur dengan situasi dan fakta. Dirinya juga mengutip pernyataan Raja Belanda Willem Alexander yang pernah mengungkapkan permohonan maafnya karena melakukan penjajahan pada masa kolonialisme.

“Apalagi pemerintah Belanda sendiri sudah mengakui kesalahannya dengan permintaan maaf secara langsung terkait penjajahan dimasa lalu. Maka perjuangan kelompok Bintang Kejora yang sekarang ini terjadi akan seperti apa kelanjutannya? Kelompok-kelompok ini tidak akan menemui keberhasilan,”

Pada akhir kesempatannya Herman menegaskan jika pergerakan yang murni dilakukan oleh orang Papua adalah Republik Melanesia Barat dengan bendera Bintang

0 komentar:

Posting Komentar