Selasa, 09 November 2021

Terulang! Fakta Sebenarnya Penembakan Warga Sipil di Intan Jaya


Seorang warga sipil kembali menjadi korban penembakan kelompok separatis di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Peristiwa tersebut terjadi ketika kelompok separaris mencoba menyerang pos TNI namun justru mengenai Agustina Ondou (21) yang telah berbelanja. (9/11)

Menurut sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, peristiwa bermula ketika kelompok separatis yang diduga berjumlah belasan orang terlebih dahulu melakukan penyerangan ke arah pos TNI, karena situasi tersebut korban yang merasa panik mencoba berlari mengamankan diri. Namun tiba-tiba korban ditembak oleh kelompok separatis. (10/11)

“Waktu itu korban perjalanan pulang dari pasar. Situasi yang terjadi membuat dia panik, akhirnya mencoba lari untuk mengamankan diri. Mungkin karena dia lari itu yang menarik perhatian dari kelompok separatis, dan akhirnya ditembak begitu saja,”

Agustina Ondou diketahui mengalami luka tembak pada pinggang dan pelipis kanannya. Pasca peristiwa tersebut korban langsung dievakuiasi oleh sejumlah pemuda, aparat pemerintah dan anggota TNI ke Puskesmas Yokatapa. Ditambahkan bahwa saat ini korban telah dirujuk menggunakan pesawat ke RS Mitra Masyarakat di Kota Timika guna penanganan lebih lanjut.

“Memang langsung ditangani pihak medis di Puskesmas Yokatapa, kemarin dibawa beberapa pemuda, ada juga orang pemda (pemerintah daerah) yang dikawal TNI. Sekarang posisinya sudah di Timika,”

Disebutkan oleh sumber bahwa peristiwa penembakan yang dialami Agustina Ondou mirip dengan aksi penyerangan kelompok separatis yang menyasar dua orang balita Yoakim Majau dan Nopelianus Sondegau pada 27 oktober 2021 lalu.

Gangguan keamanan yang terus dilakukan oleh kelompok separatis pimpinan Undinus Kogoya telah membuat keresahan bagi sejumlah masyarakat di Intan Jaya. Diketahui ada seitar 500 orang yang terpaksa meninggalkan kampung dan berlindung di Gereja ataupun pos-pos keamanan.

Bahkan menurut sumber, beberapa kali didapati bahwa kelompok separatis berani menatangi rumah-rumah warga untuk mendapatkan sejumlah bahan makanan dengan cara mengancam. Aksi-aksi tersebut yang akhirnya membuat warga merasa takut dan memilih mencari tempat yang dirasa lebih aman.

“Kurang lebih ada 500 orang yang sekarang berada di Gereja atau di pos-pos keamanan untuk mencari perlindungan karena ancaman dari kelompok separatis sudah berani datang ke rumah-rumah, mereka semua merasa sangat takut. Beruntung beberapa anggota TNI-Polri saat ini juga sudah berjaga ditempat-tempat warga yang mengungsi,”

0 komentar:

Posting Komentar