Senin, 15 November 2021

Tokoh La Pago Sebut Perjuangan Papua Merdeka ‘Kadaluarsa’


Peringatan 1 Desember sebagai hari bersejarah di Papua terus menjadi polemik, hal tersebut lebih dikarenakan adanya pengaruh lewat propaganda yang diserukan kelompok separatis. Meskipun secara de facto Papua telah teritegrasi dalam NKRI, bahkan melalui rangkaian panjang yang melibatkan PBB sejak puluhan tahun lalu.

Eksistensi gerakan separatisme di Papua tak ubahnya sebagai upaya dari kelompok sakit hati yang tidak bisa menerima kenyataan. Menurut salah seorang Tokoh Masyarakat Wilayah Adat La Pago, Alex Kogoya. Dirinya menyatakan jika seharusnya perjuangan untuk membebaskan Papua dilakukan sejak dulu, dan bukan sekarang.

“Kenapa sampai sekrang kita masih sibuk untuk berselisih paham yang menginginkan Papua merdeka, kalau memang tujuannya itu seharusnya dilakukan dulu sebelum PEPERA, sekarang sudah kadaluarsa. Hasil akhir juga sudah ditentukan,”

Alex menambahkan bahwa orang-orang Papua yang mengklaim diri sebagai tokoh perjuangan saat ini hanya melakukan aksi-aksi yang percuma. Dirinya juga meyakini jika elemen masyarakat di Papua secara umum sudah tidak mau meributkan hal tersebut.

“Orang-orang yang mengklaim diri sebagai tokoh perjuangan sekarang ini hanya aksi bermain peran saja. Masyarakat juga sudah tidak percara dengan kampanye-kampanye yang dilakukan. Semua lebih memilih untuk berusaha menghidupi diri dan keluarganya untuk masa depan,”

Alex Kogoya juga meminta kepada seluruh pihak keamanan untuk menindak dengan tegas setiap aksi-aksi yang mengatasnamakan orang Papua dan membawa misi kemerdekaan, hal tersebut dikatakan sudah melanggar undang-undang negara.

“Jadi kalau besok ada yang mau bikin aksi dengan mengatasnamakan orang Papua, segera saja tangkap otak dari aksi itu. Mereka lah sebenarnya orang-orang yang membuat Papua ini menjadi banyak masalah,”

Aksi separatisme yang terjadi di Papua, menurut Alex sudah menyengsarakan masyarakat dan menghambar proses pembangunan. Oleh sebab itu Alex dengan tegas menolak keberadaan kelompok separatis yang aktif dalam pergerakan bersenjata ataupun gerakan politik sekalipun.

“Tidak ada hal lain yang lebih buruk dari keberadaan kelompok-kelompok itu (kelompok separatis), mereka sudah menghambat kemajuan bagi Papua, padahal orang Papua sudah sangat membutuhkannya,”

Alex Kogoya bahkan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menentang segala bentuk aksi separatisme. Menurutnya wilayah kedaulatan NKRI sudah utuh terangkai dari Sabang-Merauke dan Papua sudah final dalam bingkai NKRI.

“Mau sampai kapan pun Papua akan tetap Merah-Putih (Indonesia), kedaulatan negara ini sudah membentang dari Sabang sampai Merauke. Status Papua juga sudah final, sebagai generasi penerus sekarang waktunya kita yang membuktikan, membangun dan mengembangkan potensi diri,”

0 komentar:

Posting Komentar