Senin, 15 November 2021

Tokoh Papua: Isu Kemanusiaan sebagai Dampak Konflik yang Diciptakan Kelompok Separatis


Ketimpangan dan isu kemanusiaan sebagai dampak atas aksi penyerangan dan teror bersenjata sudah pernah diprediksi oleh salah seorang Tokoh Papua. Pernyataan tersebut muncul saat menilai sejumlah aksi separatisme yang terjadi di Papua pada kuartal terakhir tahun 2021, khususnya peristiwa di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Intan Jaya.

Franz Korwa dalam sebuah keterangannya menyebutkan jika konflik yang diciptakan kelompok separatis tidak hanya menyasar situasi keamanan dikarenakan pergolakan senjata, melainkan juga isu kemanusiaan yang seolah sengaja dilancarkan oleh sejumlah kelompok kecil lain yang masih terafiliasi dengan gerakan separatisme.

“Sayangnya konflik di Papua ini bukan hanya seputar pergolakan senjata saja. Ada kasus-kasus lain yang harus menjadi perhatian, hal itu terkait dengan beredarnya isu kemanusiaan. Isu semacam ini sengaja disebarkan oleh kelompok mereka yang memilih jalur diplomatick, untuk mengimbangi serangkaian aksi teror bersenjata yang sudah terjadi sebelumnya,”

Korwa mengatakan bahwa isu pengungsian selalu membuntuti setiap setelah terjadinya aksi bersenjata oleh kelompok separatis. Dirinya mencontohkan jika peristiwa pengungsian di Kabupaten Mimika, Pegunungan Bintang, Maybrat, dan Intan Jaya adalah contoh yang konkrit. Korwa menegaskan hal tersebut selalu berulang kali dilakukan oleh kelompok separatis.

“Fakta yang terjadi memang demikian. Setiap kali teror bersenjata terjadi dan ketika kelompok separatis sudah tidak bisa berbuat apa-apa, maka muncul isu kemanusiaan. Hal ini sudah terjadi berulang kali, memang yang paling masif adalah peristiwa di Tembagapura tahun 2017 lalu,”

Korwa menegaskan jika kelompok separatis adalah pihak yang sangat licik dan tidak pernah bisa bertanggung jawab atas setiap aksi-aksinya.  Padahal menurutnya, sumber kekacauan yang terjadi di Papua lebih mengerucut pada gerakan-gerakan separatisme oleh kelompok seperti TPNPB-OPM, KNPB ataupun ULMWP itu sendiri.

“Jadi ada yang tidak boleh dilewatkan, kita harus garis bawahi jika sumber konflik itu ada dari pihak kelompok separatis, mereka itu ya TPNPB, KNPB, atau juga ULMWP misalnya. Mereka adalah sumber kekacauan di Papua selama ini, mereka tidak segan untuk mengorbankan orang-orang sipil untuk terus melahirkan konflik berkepanjangan,”

0 komentar:

Posting Komentar