Sabtu, 27 November 2021

Tokoh Papua Sebut Dewan Gereja Layak Dibubarkan


Pergerakan kelompok separatis di Papua diketahui sering melakukan upaya tipu daya dengan menyebarluaskan kabar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Meski muatan berita yang dipublikasi dianggap tidak relevan dengan fakta sebenarnya, hal tersebut dapat mengancam situasi keamanan di Papua.

Menurut salah seorang Tokoh Papua Agustinus R, dirinya menyakini jika upaya kelompok-kelompok yang terafiliasi dengan separatisme sengaja menyebarkan informasi palsu karena dianggap tidak memiliki cara lain untuk mengangkat eksistensi pergerakan. (28/11)

“Memang yang paling mudah itu melakukan klaim atau mengubah konteks informasi untuk kepentingan pribadi. Hal-hal seperti itulah yang sering dilakukan kelompok separatis di Papua. Padahal kalau ditelaah secara mudah saja, kabar yang disebarkan tidak pernah masuk akal,”

Agustinus menyayangkan jika kondisi tersebut juga diperparah oleh keterlibatan para tokoh agama yang menamai kelompoknya sebagai Dewan Gereja Papua. Menurutnya keberpihakan keberpihakan Dewan Gereja kepada kelompok separatis ternodai karena membawa pengaruh agama.

“Sebenarnya memang hak setiap orang untuk berpendapat dan menentukan, termasuk dalam sisi perjuangan bagi Papua. Namun yang sangat keterlaluan adalah cara Dewan Gereja dalam melakukan aksinya, mereka juga menyabarkan berita yang tidak tepat,”

Dirinya juga mengkritisi salah seorang tokoh Dewan Gereja Papua, Socratez S. Yoman dinilai oleh Agustinus sebagai pendeta yang tidak cakap dalam memandang situasi yang terjadi.

“Saya soroti Socratez secara pribadi, sebab sudah sering sekali dia melakukan hal-hal yang sudah merugikan bahkan bagi pihaknya sendiri. Berulang kali juga Socratez ini seolah-olah melakukan somasi atas sebuah peristiwa, namun dia tidak pernah tahu masalah yang sebenarnya. Maka akhirnya yang keluar dari mulut SOcratez hanya provokasi-provokasi,”

Lebih lanjut, Agustinus mengatakan jika masyarakat tidak perlu mempedulikan Socratez ataupun kelompoknya, menurutnya Dewan Gereja hanya sebuah perkumpulan orang yang mengaku sebagai tokoh agama yang mengusung misi lain termasuk upaya ‘mencari panggung’.

“Tidak perlu lagi kita pedulikan orang-orang disana. Masih lebih banyak para pendeta yang penya pemikiran lebih matang untuk menyelesaikan konflik-konflik di Papua. Dewan Gereja ini rawan sekali, mereka juga seperti kelompok politisi yang bergerak hanya kemana mereka akan mendapat untung,”

Agustinus juga menegaskan jika Dewan Gereja yang berlatang belakang sebagai salah satu organisasi yang mendukung aksi separatisme di Papua harus ditolak, bahkan dirinya menyebut jika upaya pembubaran dapat dilakukan demi kebaikan.

“Jika tidak bisa memberi pengaruh lebih, padahal mereka adalah tokoh, maka lebih baik dibubarkan saja. Tentu negara punya mekanismenya nanti, apalagi Dewan Gereja ini organisasi yang berkaitan dengan aksi separatisme menentang NKRI,”

0 komentar:

Posting Komentar