Selasa, 16 November 2021

Tokoh Pemuda Wamena Minta TNI-Polri Batasi Ruang Gerak Jelang HUT KNPB


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang diketuai oleh Agus Kossay disebut-sebut sebagai salah satu organisasi ilegal yang keberadaannya telah memberi ancaman keamanan bagi seluruh masyarakat di Papua.

"Tidak ada alasan lain, kalau bicara KNPB memang mereka adalah organisasi ilegal yang kerjanya hanya bisa buat kacau. Sudah banyak peristiwa terjadi yang selalu membuat ketakutan di masyarakat," ujar Meko Walilo sebagai tokoh pemuda di Kabupaten Jayawijaya. (17/11)

Jelang hari ulang tahun KNPB, menurutnya kelompok tersebut harus mendapat perhatian lebih dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Selain sebagai organisasi terafiliasi dengan gerakan separatisme, setiap aksi yang digelar KNPB selalu berpotensi mengundang kericuhan dan ketidak nyamanan bagi warga sekitar.

"Tidak bisa dibiarkan lagi, KNPB tidak ada tempat lagi bagi mereka sekarang. Aksi-aksinya selalu membuat takut orang lain, orang lagi juga selalu dirugikan jika ada perkumpulan KNPB seperti itu. Terlebih KNPB ini kan organisasi yang nyata-nyata menentang negara,"

Pernyataan Walilo tersebut disampaikannya karena teringat akai kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena pada tahun 2019 lalu. Aksi demo yang ditunggangi KNPB telah memporak-porandakan kota hingga menewaskan puluhan warga, insiden tersebut juga telah memberi rasa trauma bagi ribuan warga di Wamena.

"Masih ingat dalam ingatan saya, bagaimana orang-orang (KNPB) melakukan provokasi sampai akhirnya Wamena pecah. Tidak ada yang bisa membenarkan aksi itu, memang sejatinya KNPB adalah organisasi yang benar-benar harus dibatasi pergerakannya,"

Walilo dalam kesempatannya bahkan mendesak kepada otoritas keamanan yang berwenang untuk dapat melakukan pembubaran sedini mungkin pada setiap aksi yang melibatkan KNPB. Hal tersebut dianggapnya akan efektif untuk meminimalisir terjadinya aksi lanjutan yang dapat merusak kedamaian di Papua secara umum.

0 komentar:

Posting Komentar