Senin, 29 November 2021

Tolak 1 Desember, Tokoh Adat Papua Serukan Pernyataan Sikap


Peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan bagi kelompok separatis di Papua nyatanya tidak sepenuhnya mendapat pengakuan dan dukungan dari orang Papua. Selain aksi yang dilakukan selalu berkaitan dengan tindak kekerasan dan intimidasi, menurut sejumlah Tokoh Adat di Kabupaten Keerom, bahwa saat ini sudah bukan menjadi era untuk berselisih terkait perebutan status wilayah/negara.

Tokoh Adat Papua Wilayah Kabupaten Keerom dalam sebuah pernyataan dihadapan media mengungkapkan bahwa eksistensi kelompok separatis telah ditentang dan tidak lagi didukung oleh masyarakat Papua. Menurutnya masyarakat sudah tumbuh kesadaran karena merasa hanya dimanfaatkan oleh kelompok separatis dalam aksi-aksinya.

“Karena memang tidak ada yang didapat dari mendukung aksi separatis itu, akhirnya masyarakat mulai sadar dan tidak lagi peduli. Jadi untuk 1 Desember kami rasa itu bukan lagi ancaman, hari akan terus berjalan dan terlewat begitu saja,”

Herman Yoku bersama dengan empat empat Tokoh Adat Papua yang bahkan salah satu diantaranya adalah mantan pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM) juga menegaskan jika 1 Desember tidak akan mendapatkan simpatik dari masyarakat. Meski demikian, dirinya tetap meminta kepada aparat keamanan untuk terus menjaga situasi keamanan karena faktor ancaman yang mungkin masih akan terjadi.

“Memang tidak bisa dibilang juga kalau gerakan separatis itu sudah hilang total, hanya orang-orang saja yang sekarang tidak lagi simpatik. Kalau memang ada, mungkin tidak banyak, kami yakin hanya segelintir kelompok saja, jadi tetap kami minta aparat kemanan TNI-Polri untuk terus bersiaga,”

Selain itu Herman juga membacakan lima pernyataan sikap menanggapi situasi menjelang 1 Desember di Papua. Diantara poin-poin tersebut adalah:

1. Mengajak seluruh element masyarakat Papua khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia untuk menolak HUT OPM pada tanggal 1 Desember.

2. Meminta kepada semua pihak keamanan agar dapat menindak tegas setiap adanya kelompok yang akan merayakan HUT OPM.

3. Menolak dengan tegas kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan.

4. Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI sudah final dan Papua tetap berada dalam pangkuan NKRI.

5. Papua tetap merah putih, Papua NKRI, Papua Damai.

Sebagai Tokoh Adat yang bertanggung jawab terhadap masyarakat adat di Kabupaten Keerom, Herman Yoku mengungkapkan jika pihaknya mendukung segala upaya negara untuk memajukan Papua. Dirinya menolak dengan tegas kelompok separatis yang hanya bisa melakukan gangguan dan menghambat proses kemajuan.

0 komentar:

Posting Komentar