Jumat, 24 Desember 2021

Aksi Pengacara dan Aktivis HAM dalam Jual-Beli Isu Papua


Menyadari perjuangan pembebasan Papua rawan dimanfaatkan, Jeffry Wenda sebagai salah seorang tokoh senior pergerakan Papua mengungkapkan jika perjuangan tidak boleh mengarah hanya untuk menimbun pundi-pundi kekayaan bagi kelompok tertentu. Perjuangan untuk Papua disebut Jeffry harus disadari seluruh elemen dan dilakukan bersama-sama.

“Perjuangan ini memang sangat rawan dimanfaatkan, didalamnya ada banyak kepentingan yang masing-masing dari kami masih belum bisa solid. Kemudian tentang perjuangan ini juga tidak boleh digunakan untuk mencari kekayaan pribadi,”

Terkait hal tersebut, secara gamblang Jeffry menyebutkan terdapat sosok pengacara dan aktivis HAM yang bermain dibalik jual-beli informasi terkait dinamika Papua. Jeffry memahami jika isu yang mencuat diluar negeri tidak pernah lewat dari peranan seorang Gustaf Kawer. Oleh karena itu, bersama dengan Veronica Koman, Gustaf disebut sedang memanfaatkan situasi yang terjadi di Papua.

“Sebab ada timbal balik yang harus didapatnya, termasuk Veronica Koman. Keduanya sering bertukar informasi terkait Papua. Sehingga ini yang saya sebut kalau perjuangan Gustaf Kawer lebih berorientasi pada kepentingan dan kekayaannya saja,”

Gustaf Kawer disebut tak ubahnya sedang berdagang. Meski menurut Jeffry konteks transaksinya adalah informasi tentang konflik di Papua. Jeffry menegaskan aksi yang dilakukan Gustaf Kawer adalah selling issue for economy interest dimana muaranya hanya demi keuntungan pribadi.

“Kemudian dia saya kenal bukan hanya sebagai aktivis, namun juga sebagai pedagang. Hanya memang barang jualannya adalah informasi tentang Papua. Ini sangat keterlaluan karena Gustaf sudah menjual isu untuk kepentingan ekonominya, semua hanya demi kekayaannya sendiri,”

Jeffry mengaku jika pihaknya tidak akan pernah bersepakat dengan sudut pandang seorang Gustaf Kawer yang mengaku sebagai pembela HAM orang Papua. Sebagai seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dirinya merasa lebih memiliki peran yang signifikan jika fokus utamanya hanya untuk mendongkrak kesejahtaraan Papua.

“Kami di DPR perjuangkan hak Orang Papua, bukan malah menjual isu Papua. Apalagi informasi yang dijual itu tidak sesuai fakta. Banyak fakta yang diubah dan dibesar-besarkan sehingga meningkatkan nilai jual. Kalau mau dorong kesejahtaraan orang Papua tentu kami ini yang lebih punya wewenang, jadi jangan merasa diri,”

Jeffry Wenda juga mempertanyakan balik tentang pernyataan Gustaf Kawer yang menyebutkan jika DPR Papua hanya bisa memakan dan menghabiskan uang rakyat tanpa pernah berbuat demi rakyat. Bahkan dirinya menuduh jika pihak yang sedang memakan uang rakyat adalah Gustaf Kawer sendiri.

“Jangan bicara terbalik, yang makan uang rakyat itu dia sendiri. Coba bayangkan uang dari luar negeri itu masuknya ke siapa? Yang dilakukan Gustaf adalah permainan politik ekonomi saja, lebih baik dia segera tinggalkan aksi bohongnya ini dan cari makanan dengan cara yang baik,”

0 komentar:

Posting Komentar