Selasa, 28 Desember 2021

Jeffrey Bomanak: Kepala Suku, Tokoh Agama, Jangan Sampai Diperbudak ULMWP


TPNPB-OPM menegaskan bahwa pihaknbya menolak keberadaan pemerintahan sementara yang dibentuk ULMWP, hal tersebut disebabkan karena ULMWP dianggap sudah mengubah agenda serta peta pergerakan yang terasa semakin rumit dan justru menjadi tidak terarah. 

Jeffrey Bomanak dalam keterangan di media sosial pribadinya menyebutkan jika ULMWP selalu melakukan aksi-aksi dengan melegalkan upaya pemaksanaan kehendak. Bahkan dikatakan oleh Jeffrey bahwa ULMWP mulai memunculkan aksi provokasi dan mengumbar janji kemerdekaan penuh bagi Papua pada tahun 2022. (29/12).

“Sangat tidak masuk akal apa yang dijanjikan ULMWP. Hanya untuk mencari dukungan dan simpatisan, ULMWP menjanjikan kalau Papua bakal merdeka tahun depan. ULMWP sudah gila, mereka melegalkan aksi-aksi pemaksaan dan provokasi kotor,” ujar Jeffrey.

Jeffrey juga mengaku marah ketika ULMWP mencoba membodohi para tokoh di Papua. pernyataan tersebut didengar Jeffrey lantaran ULMWP sedang memperdaya sejumlah tokoh gereja, kepala suku, dan para tokoh masyarakat. Menurut Jeffrey para tokoh adalah golongan yang seharusnya dihormati, dan bukan malah dimanfaatkan.

“Jangan sampai dapat kutuk, aksi kebohongan akan membawa petaka dan pengaruh buruk bagi perjuangan. Jangan pernah memanfaatkan mereka para tokoh-tokoh, harusnya kalian (ULMWP) minta saran, jangan bohongi mereka. Ini sudah biadab, tidak punya akal memang,”

Menurut Jeffrey pembentukan negara dan pemerintahan sementara oleh ULMWP adalah aksi fiktif yang penuh dengan intrik kepentingan. Pemaksaan dibentuknya negara dan pemerintahan sementara adalah bentuk kepanikan ULMWP, sehingga Benny Wenda sampai mengklaim diri sebagai presiden.

“Aksi yang dilakukan ULMWP sangat dipaksakan, pembentukan negara dan pemerintahan sementara itu hanya untuk memenuhi ekspektasi Benny Wenda dan kelompoknya di Inggris, karena dia sudah merasa panik dan tidak berdaya lagi untuk memperjuangkan Papua secara rasional,”

Lewat seruannya Jeffrey Bomanak menegaskan agar jangan ada rakyat Papua yang terjerumus dengan ajakan ULMWP yang dinilai sudah menyesatkan. Menurtnya ULMWP telah lancang karena berupaya membodohi orang Papua dengan tujuan diluar misi kemerdekaan. Bahkan Jeffrey juga menuduh jika ULMWP sedang berupaya keras untuk mencari keutungan dengan menggaet keterlibatan Non-Governmental Organization (NGO).

“Upaya keras untuk cari keuntungan, karena dari pemerintahan Oxford tidak akan mendukung setiap waktu, setiap detik, aksi Benny Wenda. Makanya sekarang ULMWP mulai mencari jalan lain untuk menyasar NGO,”

Meski masih abu-abu, Jeffrey menjelaskan bahwa upaya pembebasan Papua masih akan terus diperjuangkannya. Menurutnya TPNPB-OPM lebih pantas menjadi induk perjuangan sebab TPNPB adalah pemegang mandat suci dari roh moyang Papua yang sudah lebih dulu memperjuangkan kemerdekaan dengan dengan darah dan keringat.

0 komentar:

Posting Komentar