Selasa, 07 Desember 2021

Kecacatan Aksi Deklarasi New Guinea Raad, Percuma!


Deklarasi New Guinea Raad (NGR) di Kabupaten Dogiyai (6/12) yang difasilitasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Dogiyai dianggap tidak terkoordinir dengan baik dan rapi, padahal inisiatif tersebut akan didengar oleh publik internasional sebagai gerakan pembebasan Papua.

Soon Tabuni dalam keterangannya menyebutkan jika aksi yang dilakukan sudah terlanjur dimaknai sebagai kecacatan. Hal tersebut lantas dianggapnya sebagai bentuk ketidak mampuan KNPB Dogiyai dalam melakukan pergerakan. Tabuni justru mengungkap jika diantara KNPB sendiri masih banyak kepentingan yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan. (8/12)

“Bagaimana bisa merencakan aksi tapi tidak paham apa yang harus dilakukan, aksi kemarin tidak bisa dikatakan berhasil. Pada akhirnya KNPB hanya mampu mendeklarasikan NGR tapi tanpa ada imbas yang berarti untuk pergerakan kedepan. Berarti ini semua hanya percuma,”

“Memang kepentingan demi kepentingan itu cukup membuat pergerakan menjadi tidak terarah. Salah satunya memang di KNPB hal itu terjadi, cara pengambilan keputusan antara KNPB di wilayah dengan KNPB di pusat tidak pernah bisa sejalan,”

Tabuni dalam kesempatan pertamanya pasca dilakukan deklarasi NGR oleh KNPB Dogiyai menyebutkan jika pengurus KNPB di Pusat bahkan tidak mengetahui jika aksi tersebut akan dilangsungkan.

“Orang di pusat saja tidak tahu, kalau seperti ini caranya bagaimana pergerakan ini mau maju dan dipandang sebagai aksi nyata?”

KNPB dinilai sedang mengalami masa krisis. Tabuni mengaku sedang merasakan perubahan sikap dan sudut pandang dari KNPB dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu dirinya lebih menaruh kepercayaan kepada Benny Wenda dan ULMWP yang sedang memperjuangkan Papua lewa Pemerintahan Sementara.

“Kami sudah menginginkan kebebasan, maka saya pribadi lebih memilih berharap kepada ULMWP. Walaupun tidak banyak mendapat perhatian, tapi upaya yang sedang dilakukan Pemerintahan Sementara lebih memberi kejelasan bagi orang Papua,”

0 komentar:

Posting Komentar