Selasa, 14 Desember 2021

Kelompok Separatis kembali Bakar Sekolah dan Ancam Waga di Pegunungan Bintang


Sejumlah puluhan orang warga Sembakom, Distrik Serambakom, Pegunungan Bintang, kembali harus meninggalkan rumahnya untuk mengungsi ke sebuah gereja di wilayah tersebut. Aksi spontan oleh warga tersebut diketahui karena khawatir sebab kelompok separatis telah membakar sebuah sekolah yang berada di kampungnya. (14/12)

"Kemarin SMP negeri dibakar, mereka (kelompok separatis) sambil berteriak-teriak menentang senjata. Kami warga menjadi takut. Tidak mau ikut campur, lebih sementara kami tinggal dulu di gereja," ungkap Nus Uropmabin.

Nus mengatakan jika upaya warga untuk meninggalkan kampung harus dibantu oleh aparat keamanan. Bahkan dirinya bersaksi ketika dilakukan evakuasi sempat mendapat serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok separatis.

"Benar kami ini ada anak-anak, orang tua, perempuan, jadi harus dikawal aparat TNI-Polri, tapi tetap saja kami mendapatkan serangan. Beberapa kali kami harus berlindung untuk menghindari tembakan. Kami sangat ketakutan,"

Nus menjelaskan jika terjadinya aksi gangguan yang dilakukan oleh kelompok separatis berlangsung hingga satu jam lebih lamanya. Dirinya juga menerangkan terkait medan yang dikelilingi perbukitan.

"Lebih dari satu jam kami ditembaki, kami juga tidak tahu harus berbuat apa karena mereka (kelompok separatis) menembak dari bukit-bukit,"

Nus lantas mengecam aksi kelompok separatis yang dianggapnya telah merugikan warga di Pegunungan Bintang. Hal tersebut didasarkan pada aksi pembakaran dan ancaman bersenjata sehingga membatasi warga dalam beraktivitas sehari-hari.

"Sekolahan itu tempat supaya anak-anak kami bisa belajar dan menjadi orang yang cerdas, makanya kami juga marah kalau SMP jadi sasaran. Kemudian sekarang warga juga sudah takut mau kemana-mana, kami menjadi tidak leluasa mau beraktivitas,"

0 komentar:

Posting Komentar