Selasa, 21 Desember 2021

KNPB Paniai Bersama TPNPB Menolak Kehadiran Investigasi Kejaksaan Agung RI Maupun HAM PBB


Kami menolak kegiatan ULMWP yang menipu rakyat, menguras rakyat atas nama negara west papua, mengatasnamakan perjuangan, mengatasnamakan anak Adat, segala macam yg dibentuk oleh keinginan egoisme, Ambisi, kerakusan atau keinginan pihak ULMWP di wilyah kami Meepago, Paniai.

ULMWP adalah bagian dari mata-mata Kolonial, makanya hingga saat ini perjuangan kita tidak pernah sampai kepada kemerdekaan, hanya pembohongan-pembohongan yang terus dilakukan, ULMWP telah masuk kedalam MSG itu bohong.

Sandiwara Perjuangan ULMWP & Vanuatu yang tiap tahun memperjuangkan Issue HAM & Referendum mana buktinya? sedangkan Dekolonisasi yang merupakan akar pokok persoalan West Papua tidak pernah diperjuangkan oleh ULMWP & Vanuatu.

Sandiwara Perjuangan ini harus dihentikan karena menghambat Proses Kemerdekaan West Papua.

“Kelompok ULMWP mencoba mengkaburkan perjuangan di wilayah Meepago, dengan melakukan pembohongan-pembohongan terhadap rakyat.

Kami juga telah mengetahui mereka bekerjasama dengan beberapa kelompok WPA dan Komite Aksi untuk menyebarkan kebohongan ULMWP melalui medsos, mereka (ULMWP) ini sangat pintar dan licik merayu rakyat untuk kepentingan-kepentingan mereka.

Mereka membuat spanduk dan himbauan tertulis tentang "persiapan ruang untuk kedatangan tim investigasi dari PBB atas fakta pelanggaran HAM 4 siswa di paniai” padahal hingga saat ini belum ada informasi akan adanya kedatangan tim dari PBB, semua spanduk telah kami bakar.

Kami tegaskan Kembali bahwa masalah penembakan 4 siswa itu bukan haknya ULMWP, tetapi itu sudah menjadi agenda HAM, dan surat penolakan dari semua pihak yang menolak kedatangan tim KEJAKSAAN AGUNG RI itu sudah di audit di bawah pimpinan komando TPNPB dan komunitas peduli kemanusiaan dari beberapa komponen yang menolak.

“Penolakan ini karena perintah dari Panglima Tetringgi TPNPB-OPM Damianus Maga Yogi yang telah memerintahkan kepada semua organisasi di bawah Komando TPNPB untuk menolak kedatangan Kejaksaan Agung RI maupun dari HAM PBB,”

Tertanda:
1. TPNPB
2. KNPB Paniai
3. Komunitas peduli kemanusiaan dari gereja
4. Hukum dan HAM
5. Tokoh adat
6. Pihak keluarga

Sumber: MediaKNPB.News

0 komentar:

Posting Komentar