Jumat, 17 Desember 2021

Panglima Tertinggi TPNPB-OPM Bantah Dukung Investigasi ‘Paniai Berdarah’


Aksi pembebasan Papua ramai bergulir pasca pemerintah Indonesia bersedia membuka investigasi terkait dugaan pelanggaran HAM di Kabupaten Paniai, Papua. Menurut sejumlah sumber, upaya pemerintah tersebut berpotensi membuka jalur perdamaian atas konflik yang lama berlarut.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik dalam keterangannya mengatakan, komitmen Presiden menjadi yang utama dalam penuntasan dugaan peristiwa pelanggaran HAM berat di Paniai. Bahkan upaya tersebut kini tengah disidik tim penyidik Kejaksaan Agung.

Terkait kabar tersebut Panglima Tertinggi TPNPB-OPM Damianus Magay Yogi mengaku acuh dan tidak peduli dengan kabar yang sedang beredar. Dirinya mengaku bahwa hasil akhir dari investigasi kasus ‘Paniai Berdarah’ tidak akan memberi dampak atas perjuangan yang tengah dilakukannya saat ini.

“Mau investigasi silahkan saja, tapi kami tidak pusing dengan kabar itu. Kalau memang ada aparat yang terbukti melakukan aksi pelanggaran HAM, dia (pelaku) hanya akan dihukum, dan itu tidak berdampak untuk pergerakan,”

Damianus menegaskan jika upaya pembebasan Papua tidak bisa hanya bertumpu dengan pengungkapan terkait kasus pelanggaran HAM. Terkait kabar investigasi oleh Kejaksaan Agung tersebut, Damianus menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat pernyataan dalam mendukung upaya investigasi.

“Tidak bisa cuma berteriak-teriak hentikan pelanggaran HAM, itu akan percuma. Perjuangan ini sifatnya menyeluruh, makanya saya tidak terlalu ambisius melihat pemerintah Indonesia yang katanya mau datang ke Paniai,”

“Kemarin ada pihak yang tidak bertanggung jawab membuat pernyataan seolah saya mendukung pengungkapan kasus pelanggaran HAM Paniai, saya tegaskan itu tidak benar. Saya tidak pernah membuat pernyataan seperti itu,”

Panglima Tertinggi TPNPB-OPM yang tegas menolak kehadiran tim investigasi ke Paniai tersebut mengaku bahwa akan banyak intervensi terkait pengungkapan dugaan pelanggaran HAM yang akan dilakukan. Bahkan dirinya juga mengatakan bahwa aksi intervensi memungkinkan terjadi dan tidak terkecuali dilakukan juga oleh tim HAM PBB.

“Tidak ada pihak yang bisa dipercayakan, kami sebagai pejuang pembebasan memilih melakukan cara dan upaya kami sendiri. Percuma mau menunggu hasil investigasi dari tim yang dibentuk oleh pemerintah ataupun dari PBB, sama saja dan hanya akan membuang waktu,”

0 komentar:

Posting Komentar