Kamis, 02 Desember 2021

Pelaku Pengibaran Bintang Kejora Tak Mungkin Lolos Hukuman


Pasca pengibaran atribut bintang kejora yang dilakukan sejumlah orang di Kota Jayapura pada 1 Desember kemarin, Polda Papua yang berhasil menangkap delapan orang pelaku justru didesak untuk dapat membebaskannya kembali.

Diketahui desakan tersebut muncul dari salah satu sayap organisasi gerakan separatis Papua, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berdalih bahwa konflik politik dapat diselesaikan dengan cara damai.

"KNPB meminta Polda Papua untuk segera membebaskan delapan orang yang sudah dijadikan tersangka. Konflik Politik dapat diselesaikan dengan cara damai tanpa penjara dan peluru," ungkap Ones Suhuniap sebagai juru bicara KNPB.

Namun pernyataan KNPB melalui juru bicaranya yang meminta kepada Polda Papua untuk membebaskan 8 orang yang terlibat dalam aksi pengibaran atribut bintang kejora justru dicemooh sejumlah pihak.

Richard Rumbewas, salah seorang mahasiswa Papua yang tengah menjajaki program studi magister di salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur menyebutkan reaksi KNPB dianggap hanya sebagai desakan yang tidak memiliki dasar hukum jelas.

"Apa yang disuarakan terutama oleh KNPB sama sekali tidak akan mengubah jalannya proses hukum, karena alasan yang disampaikan juga tidak ada dasar jelas. Justru yang sudah lebih jelas dan menjadi fakta adalah adanya aksi pengibaran sebagai simbol perlawanan terhadap negara, ini sudah pasti melanggar hukum,"

Richard bahkan sempat mengaku tak menyangka jika aksi pengibaran atribut bintang kejora benar terjadi di Kota Jayapura. Sebab menurutnya aksi tersebut tidak lebih dari sekedar tindakan konyol, bahkan pelakunya sudah pasti memikirkan dampak dan resiko hukum yang akan diterima.

"Sangat konyol, bahkan saya meyakini kalau sebelum mereka melakukan aksinya, sudah terbayang seandainya mereka ditangkap aparat keamanan. Lebih-lebih lokasi pengibarannya tidak jauh dari kantor polisi,"

Richard menambahkan bahwa dirinya pesimis jika pelaku akhirnya dapat melenggang bebas tanpa hukuman. Dirinya justru mempertanyakan peran kedelapan orang yang terlibat aksi pengibaran dalam keterkaitannya pada gerakan pembebasan Papua.

"Saya bukan bermaksud untuk mencampuri urusan ini, namun saya memang sedikit penasaran dengan siapa saja mereka ini, dan desakan seperti apa yang akhirnya memberanikan mereka untuk melakukan tindakan yang nyata-nyata akan berhadapan dengan pidana,"

0 komentar:

Posting Komentar