Minggu, 05 Desember 2021

Pembakaran SMA Oksibil, Faktor Pendidikan Dianggap Ancaman


Kelompok separatis kembali melakukan aksi brutal dengan membakar komplek sekolah menengah di Kabupaten Pegunungan Bintang. Menurut kesaksian dari warga setempat, aksi yang dilakukan oleh kelompok Lamek Taplo tersebut terjadi pada 5 Desember 2021 dini hari.

Yunus Kalakmabin sebagai seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang dalam keterangannya menyebutkan bahwa aksi pembakaran SMA 1 Oksibil sengaja dilakukan oleh kelompok separatis. Menurutnya kemajuan dalam bidang pendidikan adalah salah satu faktor ancaman yang akan mengikis pergerakan separatisme.

“Karena pendidikan akan membentuk kepribadian seseorang, semakin tinggi pendidikan maka akan semakin matang juga cara berpikir seseorang. Makanya itu yang ditakutkan oleh kelompok separatis, mereka tidak mau orang-orang di Pegunungan Bintang ini menjadi orang yang pintar,” ungkap Yunus. (6/12)

Yunus menambahkan jika semakin banyak orang Papua yang sadar akan Pendidikan maka aksi separatisme tidak akan lagi mendapatkan perhatian.

“Sudah banyak contohnya di dunia luar sana, mereka yang tahu pentingnya pendidikan pasti tidak mau lagi ikut campur dengan aksi separatisme. Mereka lebih memilih untuk mengembangkan apa yang mereka punya, karena separatisme memang tidak bermanfaat,”

Yunus juga menjelaskan bahwa kelompok Lamek Taplo adalah salah satu kelompok separatis paling brutal di Papua. Kelompok tersebut dalam melakukan aksinya dikatakan oleh Yunus bahwa tidak pernah memperdulikan hak asasi manusia. Pernyataan tersebut disinggungnya pasca peristiwa malang yang dialami tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok.

“Baru kemarin kita semua dibuat marah karena ada aksi penyerangan di Kiwirok, mereka itu memang kelompok paling brutal, tidak pernah tahu HAM seperti apa. Padahal Lamek Taplo sendiri selalu bilang kalau dirinya pembela HAM, itu omong kosong,”

Yunus lantas mengatakan jika masyarakat di Pegunungan Bintang sudah merasa tidak nyaman melihat aksi separatisme yang sudah menyasar di daerah perkotaan. dirinya menegaskan jika aksi separatisme sudah mendapat penentangan dari sejumlah masyarakat di Pegunungan Bintang terutama di Distrik Oksibil.

0 komentar:

Posting Komentar