Rabu, 01 Desember 2021

Pengibaran Bintang Kejora Dinilai Upaya Pembodohan bagi Orang Papua


Pengibaran atribut bintang kejora yang terjadi di Kota Jayapura pada 1 Desember (kemarin) mendapat sorotan dari tokoh Pegunungan Tengah Papua, Yulius Kogoya dalam keterangannya menyatakan jika aksi tersebut tidak layak dan pelaku harus ditindak dengan hukum yang tegas.

Menurutnya pengibaran atribut bintang kejora juga hanya akan mengingatkan cerita lama yang kelam, aksi tersebut justru dinilainya sebagai sebuah kebodohan dan pembodohan yang dilakukan oleh orang Papua terhadap orang Papua sendiri.

“Tidak ada manfaatnya melakukan aksi seperti itu, saya meyakini jika aksi itu bahkan tidak mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat sekitar. Apa yang sudah dilakukan lebih mengarah pada pembodohan dan untuk membodohi orang Papua,” ungkap Yulius. (2/12)

Dirinya justru mempertanyakan aksi tersebut, sebab upaya untuk menaikkan atribut bintang kejora yang dilakukan oleh tujuh orang sebelumnya langsung diturunkan sendiri beberapa menit kemudian. Yulius menganggap jika tujuan dilakukannya aksi tersebut hanya untuk mencari sensasi.

“Mereka yang menaikkan sendiri setelah itu diturunkan sendiri, lalu tujuannya untuk apa? Memang mereka cuma mau cari sensasi. Apalagi dalam perjalanan pulang, mereka sengaja melewati Polda Papua, tentu polisi disana langsung menangkap mereka,” 

Yulius menegaskan jika aksi yang dilakukan tersebut sudah selayaknya mendapat tindakan tegas dari aparat berwajib. Yulius berpendapat bahwa insiden tersebut sudah bisa dikatakan upaya untuk melawan negara.

“Memang tidak bisa dibenarkan, kalau bicara untuk Papua merdeka, memangnya mereka ini siapa mau seenaknya melakukan aksi seperti itu. Bahkan orang-orang itu pasti juga punya KTP sebagai bukti sah kalau mereka orang Indonesia,”

0 komentar:

Posting Komentar