Sabtu, 25 Desember 2021

Pengungsian Papua adalah Skenario Kelompok Separatis


Upaya penuntasan kemiskinan dan kebodohan harus segera dilakukan. Menurut salah seorang tokoh senior Papua, hal tersebut merujuk pada kesadaran agar rakyat Papua tidak mudah dimanfaatkan kelompok separatis.

Agustinus R dalam keterangannya mengatakan jika peningkatan sumber daya manusia Papua dapat secara signifikan meningkatkan pemikiran yang lebih rasional. Harapannya rakyat Papua bisa memilih dan memilah kegiatan yang bermanfaat ataupun yang tidak bermanfaat untuk dirinya sendiri.

"Permasalahan dasar adalah tentang kebodohan dan kemiskinan, Papua harus bisa beranjak. Kita orang Papua harus mampu meningkatkan kualitas diri, jadi tidak mudah diprovokasi ataupun dimanfaatkan,"

Menurut Agustinus belakangan kelompok separatis secara masif telah memanfaatkan kebodohan orang Papua demi kepentingannya. Dirinya merasa prihatin sebab orang Papua sebagai korban dianggapnya tidak pernah mengerti situasi yang sesungguhnya.

"Sebuah kebiadaban juga menurut saya, bagaimana bisa kelompok separatis memanfaatkan kebodohan demi kepentingannya. Saya yakin kalau para pengungsi itu tidak tahu kondisi sebenarnya yang terjadi,"

Agustinus pun tidak menampik adanya pengungsian pada beberapa wilayah di Papua, namun dirinya menegaskan jika ada hal lain yang harus dipahami sebsgai faktor mengapa gelombang pengungsian bisa terjadi.

"Saya juga mengerti kalau ada pengungsian, tapi yang harus benar-benar kita sadari adalah mengapa pengungsian itu bisa terjadi. Tentu ada provokasi atau bahkan ancaman dari kelompok separatis, orang Papua itu ditakut-takuti,"

Agustinus juga mengatakan kalau aksi pengungsian yang terjadi di Papua seakan janggal terjadi. Sebab kabar terkait aksi tersebut selalu mencuat hanya ketika ada momen perayaan hari besar.

"Ini yang menjadi janggal, mengapa pengungsian itu terjadi hanya ketika dekat momen hari besar, seperti natal ini contohnya. Tentu ada skenario khusus yang dilakukan kelompok separatis,"

0 komentar:

Posting Komentar