Sabtu, 18 Desember 2021

PRD Dianggap Gagal, Rakyat Papua Sokong NGR


Deklarasi New Guinea Raad (NGR) dinilai banyak pihak telah memberi harapan baru dalam kampanye dan pergerakan menyuarakan kemerdekaan Papua. Menurut salah seorang tokoh dan aktivis Papua, deklarasi tersebut juga disebabkan faktor hilangnya kepercayaan rakyat atas pergerakan yang selama ini dianggap gagal. (19/12)

Agus Kossay juga juga merupakan Ketua KNPB Pusat menyatakan bahwa deklarasi NGR adalah salah satu bentuk kemarahan rakyat terhadap ULMWP dan jajaran parlemen dibawahnya yang tidak memberi arti perubahan bagi upaya kemerdekaan Papua.

"NGR adalah bentuk keinginan rakyat, sebab rakyat sudah tidak percaya lagi dengan ULMWP dan parlemen dibawahnya yang dibentuk tanpa tujuan pasti. Rakyat tidak bisa selamanya terus dibodohi,"

Lebih lanjut, Agus Kossay dalam keterangannya secara lugas mengatakan jika Parlemen Rakyat Daerah (PRD) yang diketuai Buchtar Tabuni adalah salah satu parlemen yang terlanjur dibentuk namun tidak pernah mencatatkan keberhasilan, padahal PRD sudah dibentuk sejak tahun 2009.

"Sudah 11 tahun lebih PRD dibentuk, dulu awalnya sempat diwacanakan bisa melakukan lobi internasional, tapi faktanya tidak berjalan dan cenderung hanya diam saja. Itu juga karena PRD ketuanya Buchtar, dan dikendalikan lagi oleh ULMWP,"

Momentum deklarasi NGR juga dikatakan oleh Agus Kossay sebagaj titik balik perjuangan pembebasan Papua. NGR juga digadang menggantikan "mayat" PRD, sebab Buchtar Tabuni saat ini dianggap tidak lagi memiliki dukungan dari rakyat.

"Biarkan PRD mati, karena memang sudah tidak ada yang peduli. Buchtar juga sudah tidak punya dukungan. Sekarang eranya NGR yang secara sah didukung oleh 7 wilayah adat Papua dengan ketua yang baru. NGR akan memperjuangkan hak-hak orang Papua, demi masa depan Papua,"

0 komentar:

Posting Komentar